News

Komisi IX DPR Sesalkan Aksi Keluarga Pasien yang Aniaya Perawat di RS Siloam

Melki juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih menghargai kerja tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19.


Komisi IX DPR Sesalkan Aksi Keluarga Pasien yang Aniaya Perawat di RS Siloam
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena saat rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan, Menristek/Kepala BRIN, Kepala BPOM, Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM), membahas pengembangan Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara, Rabu (10/3/2021). (DPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menyesalkan aksi keluarga pasien rumah sakit (RS) Siloam Sriwijaya Palembang yang menganiaya salah satu perawat di RS tersebut pada Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 13.30 WIB. 

Melki meminta aparat penegak hukum untuk memproses hukum pelaku sesuai ketentuan dan fakta yang terjadi. 

"Sebagai pimpinan komisi lX dan secara pribadi kami bersimpati dengan korban dan menyesalkan peristiwa kekerasan yang terjadi pada tenaga kesehatan," ungkap Melki, Sabtu (17/4/2021). 

Selain itu, Melki juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih menghargai kerja tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19 atau menangani berbagai penyakit lainnya. 

"Masyarakat harus lebih menghargai kerja tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dlm penanganan covid dan berbagai penyakit lainnya," ujarnya. 

Sementara bagi tenaga kesehatan, Melki mendorong tenaga kesahatan untuk lebih berkomunikasi dengan baik kepada pasien dan keluarganya dalam menjalankan tugasnya di lapangan. 

"Kami mendorong pada tenaga kesehatan untuk berkomunikasi dengan baik kepada pasien dan keluarganya dalam menjalankan tugasnya di lapangan," tandasnya. 

Sebagai informasi, perawat RS Siloam Sriwijaya, Palembang, Christina Ramauli Simatupang (28) mengalami memar di mata kiri, bengkak di bibir, dan sakit pada perut. 

Polisi pun sudah menggelar perkara penganiayaan perawat RS Siloam dengan tersangka Jason Tjakrawinata. Polisi menyebut pelaku nekat lakukan aksi karena emosi sesaat yang tak terbendung. 

"Motif tersangka, karena emosi sesaat yang tak terbendung. Ia mengaku saat itu lelah sudah empat hari menjaga anaknya di rumah sakit tersebut. Ia emosi melihat tangan anaknya yang terluka usai di cabut infusnya oleh korban," kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Irvan Prawira. 

Atas perbuatannya, tersangka kini ditahan dan dijerat Pasal 351 KUHPidana. 

"Ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara," jelasnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu