News

Komisi IX DPR Dorong Penelitian Vaksin Nusantara Sesuai Kaidah Ilmiah yang Berlaku

Penelitian Vaksin Nusantara diharapkan sesuai kaidah keilmuan.


Komisi IX DPR Dorong Penelitian Vaksin Nusantara Sesuai Kaidah Ilmiah yang Berlaku
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena saat rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan, Menristek/Kepala BRIN, Kepala BPOM, Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM), membahas pengembangan Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara, Rabu (10/3/2021). (DPR RI)

AKURAT.CO, Komisi IX DPR RI mengapresiasi langkah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito yang meneken nota kesepahaman (MoU) terkait penelitian Vaksin Nusantara.

MoU ini tentang 'Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2'.

"Kita mendorong agar Vaksin Nusantara tetap diteruskan dilanjut dengan memakai mekanisme yang benar sesuai aturan yang berlaku dan tentu berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO dari keterangannya pada Selasa (20/4/2021).

Politisi Partai Golkar itu berharap, agar para peneliti di dalam negeri dapat meneliti Vaksin Nusantara dengan betul-betul sesuai dengan kaidah baik itu di dalam negeri maupun level Internasional. Karena menurutnya, Vaksin Nusantara Ini sudah masuk dalam daftar list World Health Organization (WHO), maka tentu sudah memenuhi kaidah, dan juga tuntutan keilmuan peraturan-peraturan atau regulasi yang berlaku.

"Para peneliti jangan takut untuk terus melakukan inovasi merupakan penelitian dalam rangka mencoba mencoba berbagai kebutuhan termasuk dalam pandemi Covid-19 ini," terangnya.

Selain itu, Melki menyebut, Komisi IX DPR RI secara umum beserta para pimpinan DPR RI juga memberikan dukungan penuh agar seluruh peneliti Vaksin Nusantara dapat menjadi tuan rumah di negera sendiri untuk menghasilkan produk-produk terbaik.

"Sesuai dengan amanat Presiden Jokowi Inpres nomor 6 tahun 2016 agar kita harus menentukan percepatan produksi dan penggunaan obat dalam Negeri yang dalam konteks Covid-19," paparnya.

Sementara kepada relawan atau Masyarakat Umum lainnya diberbagai tempat, Melki meminta untuk terus-menerus solidaritaa, melakukan proses diskusi yang objektif dan konstruktif terkait pembahasan penelitian Vaksin Nusantara.

"Kita bersama-sama menemukan mencari dan kemudian mendapatkan obat dan akses terbaik dalam hal ini. Tentukan sudut antara ini cuma menjadi pembuka ataupun memberikan semacam pendobrak agar kita semua mulai bisa memahami bahwa ternyata produk dalam negeri ini juga berpotensi untuk kita pakai," tandasnya.[]