Ekonomi

Komisi IX Desak Kemnaker Tingkatkan Program JKP

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansory Siregar mengatakan Komisi IX mendesak Kemnaker untuk meningkatkan manfaat program JKP bagi pekerja informal


Komisi IX Desak Kemnaker Tingkatkan Program JKP
Ansory Siregar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI (fraksi.pks.id)

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansory Siregar mengatakan Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk meningkatkan manfaat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi pekerja informal. Serta mengharmonisasikan regulasi jaminan sosial, terutama regulasi antara klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) dan klaim program JKP.

Hal tersebut dipaparkan saat membaca kesimpulan Rapat Dengar Pendapat dengan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan, Direksi BPJS Ketenagakerjaan, Pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Pengurus Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.

Lebih lanjut, sehubungan dengan sisa anggaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp1.791 triliun, Komisi IX DPR RI mendesak Kemnaker untuk memanfaatkan sisa anggaran tersebut dengan memperluas kepesertaan dan wilayah penerima bantuan terutama pada sektor informal.

"Serta mendesak Dewan Jaminan Sosial Nasional lebih intens dalam melakukan pengawasan mulai dari validasi data hingga verifikasi data calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU)," tutur politisi Fraksi PKS itu.

Ansory menambahkan, Komisi IX DPR RI juga mendesak Kemnaker bersama BPJS Ketenagakerjaan untuk bersama membangun tata kelola data sehingga seluruh manfaat jaminan sosial dan bantuan sosial lebih tepat sasaran. 

BPJS Ketenagakerjaan juga diminta untuk mengembangkan program aplikasi BPJS Ketenagakerjaan dengan memperkaya pilihan aplikasi di dalamnya. Agar dapat memudahkan peserta program BPJS Ketenagakerjaan dalam mengakses aplikasi tersebut.

"Guna memberikan kemudahan, memahami kepesertaan dan mengklaim program program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua, program jaminan pensiun, program jaminan kematian dan program jaminan kehilangan pekerjaan," tutupnya. 

BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK akan mulai membayarkan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) pada Februari 2022. "Februari 2022 nanti sesuai ketentuan PP Nomor 37 Tahun 2021, pemberian manfaat, baik itu uang tunai, akses informasi pasar kerja, maupun pelatihan kerja sudah mulai kami deliver sesuai ketentuannya," ujar Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Pramudya Iriawan Buntor dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (28/9/2021).

JKP merupakan jaminan sosial yang diberikan kepada pekerja/buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Program JKP memberikan tiga manfaat bagi pesertanya, yakni manfaat berupa uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja.[]

Sumber: DPR RI