News

Komisi IX Akan Gelar Raker dengan Kemenkes Bahas Hepatitis Akut

Politisi PDIP itu juga mengimbau agar masyarakat kembali melakukan anjuran pemerintah dengan melakukan program Gerakan Masyarakat Sehat


Komisi IX Akan Gelar Raker dengan Kemenkes Bahas Hepatitis Akut
Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo menjumpai awak media usai menghadiri diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (19/5/2022) (AKURAT.CO/PETRUS C. VIANNEY)

AKURAT.CO, Komisi IX DPR berencana mengundang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beserta jajaran yang terkait dalam rapat kerja (raker) guna membahas seputar penyakit hepatitis akut pada Senin (25/3/2022). 

Oleh karena itu, persoalan mengenai tanda-tanda serta gejala dari penyakit yang menyerang anak usia di bawah 17 tahun itu segera diungkap secara jelas dan spesifik. 

"Nah sesuai dengan jadwal Senin minggu depan kalau tidak salah, kita akan melakukan koordinasi dengan pak menteri kesehatan selaku pemerintah gimana strateginya secara masif untuk menggawangi penanganan hepatitis akut ini," kata Nadia dalam diskusi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (19/5/2022). 

baca juga:

Politisi PDIP itu juga mengimbau agar masyarakat kembali melakukan anjuran pemerintah dengan melakukan program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) untuk meminimalisir pencegahan terjadinya penularan hepatitis. 

"Ini kan penyakit menular, penyakit menular kan bisa dihindarkan, saya kira apa yang disampaikan oleh pemerintah (melalui) Germas ini kita masifkan lagi," ucap Rahmad. 

Hal serupa juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena yang mengatakan bahwa rapat kerja dengan Kemenkes akan menjelaskan status penyakit hepatitis lebih lanjut. 

"Semoga nanti di pertemuan tersebut sudah lebih jelas dan clear dan sudah ada penelitian dari Kemenkes tentang bagaimana kita memahami penyakit ini hepatitis akut," jelasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan total 18 kasus yang diduga hepatitis misterius akut di Indonesia per 18 Mei 2022.

Kasus tersebut tersebar di beberapa daerah, meliputi Jakarta sebanyak 12 kasus, Bangka Belitung 1 kasus, Kalimantan Timur 1 kasus, Jawa Barat 1 kasus, Sumatera Utara 1 kasus, Sumatera Barat 1 kasus, Jawa Timur, 2 kasus. 

Namun, dari ke-18 kasus ini, tujuh diantaranya dinyatakan selesai dan tidak dikategorikan sebagai penyakit hepatitis. []