News

Komisi IV: Banjir di Kalsel Akibat Hutan yang Terlalu Masif

Komisi IV: Banjir di Kalsel Akibat Hutan yang Terlalu Masif
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan saat ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (20/7) (AKURAT.CO/Kosim Rahman)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan membenarkan jika eksploitasi alam menjadi penyebab banjir besar di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal itu sebelumnya sempat diakui terlebih dahulu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

"Iya banget (karena eksploitasi alam) karena kerusakan alam dan hutan terlalu masif, bayangkan luas hutan Kalimantan Selatan dari tahun 2009 sampai 2019 mengalami pengurangan sekitar seluas 614 ribu ha atau 34,5peresen," ungkap Daniel kepada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Menurutnya, jika dibuat rata-rata deforestasi (kegiatan penebangan hutan) hanya di Kalimantan Selatan saja sebesar kurang lebih 60 ribu hektar per tahun. Artinya, alih fungsi lahan di Kalimantan selama 2009 hingga 2019 sangat masif.

Oleh karena itu, Daniel mengatakan, Pemerintah perlu mengkaji pemberian izin baru dan mengevaluasi izin lama untuk mempertimbangkan serta memperhatikan tata ruang, daya dukung, dan daya tampung lingkungan sehingga tidak terjadi kerusakan lingkungan yang parah.

"Kemudian berdampak pada bencana, Kementerian Lingkungan Hidup perlu segera melakukan penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) di seluruh Indonesia," tegasnya.

"Pemerintah juga penting untuk melakukan penegakan hukum atas perambahan kawasan hutan untuk kegiatan tambang dan perkebunan illegal," imbuhnya.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengakui, eksploitasi alam menjadi penyebab banjir besar di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menurutnya, Sumber daya alam yang dikelola secara sembrono dapat menyebabkan malapetaka bencana. Karena itu, Muhadjir mengajak warga, pemerintah daerah, hingga pengusaha lebih mencintai alam dan memanfaatkannya dengan bijaksana.

"Marilah kita memanfaatkan alam ini dengan cara-cara yang bijak, yang arif, dengan penuh perhitungan manfaat dan risikonya. Jangan sampai ternyata manfaat itu lebih kecil dibanding risikonya," kata Muhadjir di posko pengungsian banjir Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kota Banjar Baru, Kalsel, Kamis (21/1/2021).[]

baca juga:

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu