News

Komisi III Pertanyakan Kinerja Polri Terkait Banyaknya Simbol PKI


Komisi III Pertanyakan Kinerja Polri Terkait Banyaknya Simbol PKI
Kapolri Jendral Tito Karnavian Mengaku Sudah Menindak Orang Yang Menyebarkan Simbol PKI ()

Komisi III DPR RI Keluhkan Banyakanya Simbol PKI

AKURAT.COSimbol Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Kerja Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam rapat yang digelar di gedung parlemen, Jakarta, Selasa (22/2), anggota Komisi III mempersoalkan masih adanya simbol PKI yang bersebaran di ruang-ruang publik.

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Muslim Ayub, menyoroti adanya sejumlah orang yang tampak mengenakan kaos dengan gambar â??palu-aritâ? yang merupakan simbol PKI. â??Banyak simbol PKI di baju-baju. Masyarakat sangat bebas mengenakannya,â? kata Muslim.

Menanggapi hal ini, Tito Karnavian tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang Kejahatan terhadap Keamanan Negara. Dalam Pasal 107 A disebutkan bahwa â??barangsiapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tulisan, dan atau melalui media apapun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan perwujudan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.â?

Meski demikian, Tito mengaku ada pro-kontra mengenai hal ini. Sebagian pihak yang menentang menganggap bahwa penggunaan kaos berlambang palu-arit hanyalah merupakan ekspresi anak muda. â??Tapi kalau ada yang produksi (barang atau kaos bersimbol palu-arit) pasti kita tangkap,â? kata Tito.

Akhir tahun lalu, Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri menangkap seorang penjual kaos berlambang palu arit via online berinisial HS. Kasus ini hanyalah satu dari sejumlah praktik UU Nomor 27 Tahun 2009 yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Soal simbol ini juga menjadi perhatian ketika Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, menuduh ada lambang palu arit dalam cetakan kertas terbaru Indonesia. Saat ini, polisi masih mendalami tudingan ini dengan memeriksa sejumlah pihak yang terlibat dalam pembuatan dan perancangan disain uang kertas baru produksi 2016 itu.[]