News

Komisi III Minta Para Kapolda Koordinasi, Telusuri Jaringan Pengedar Uang Asing Palsu

Ahmad Sahroni meminta kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan sindikat pengedar uang asing palsu yang sebelumnya diungkap di Banyuwangi,


Komisi III Minta Para Kapolda Koordinasi, Telusuri Jaringan Pengedar Uang Asing Palsu
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni (NasDem)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni meminta kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan sindikat pengedar uang asing palsu yang sebelumnya diungkap Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, yang nilainya sekitar Rp4,5 triliun. 

"Menurut informasi yang saya dapat, sindikat uang palsu yang berada di Jawa Timur itu mendapatkan uangnya dari Jakarta. Oleh karena itu, para Kapolda berkoordinasi untuk menelusuri jaringannya hingga tuntas," tegas Sahroni dalam keterangan uang ditulis, Rabu (3/3/2021). 

Politisi Partai NasDem itu juga mendesak kepolisian segera mengusut tuntas terkait dengan peredaran uang palsu untuk menghindari makin banyaknya warga yang tertipu. 

Menurutnya, sindikat jaringan uang palsu tersebut harus dibasmi hingga ke akarnya dan diberikan hukuman yang berat agar ada efek jera. 

"Peredaran uang palsu ini sangat meresahkan karena masih banyak warga yang tertipu dan mengalami kerugian karena peredarannya," ungkapnya. 

Selain itu, Sahroni juga menilai, kehadiran sindikat uang palsu tersebut sangat meresahkan masyarakat karena sampai saat ini masih banyak orang yang kurang paham dan tertipu. 

"Bayangkan jika uang palsu senilai Rp4,5 triliun tersebut berhasil beredar dan dipergunakan masyarakat," pungkasnya. 

Seperti diketahui sebelumnya, Polresta Banyuwangi menciduk 10 tersangka sindikat peredaran uang asing palsu. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berbagai uang asing palsu dari sejumlah negara. Nilainya pun sangat fantastis. Jika dikruskan ke dalam rupiah, uang asing palsu tersebut memiliki nilai 2,8 Triliun rupiah. 

Jika ditambahkan dengan barang bukti tambahan ini, maka nilai uang asing palsu tersebut setara dengan 4,5 Triliun rupiah. 

Kini, Polisi terus melakukan pendalaman terhadap 10 pengedar mata uang asing palsu. Dari 10 orang tersebut, satu orang adalah pimpinan mereka. 

Pimpinan dari pelaku pengedaran mata uang asing palsu itu adalah H (50), warga Sidoarjo. Dari total mata uang asing palsu yang disita polisi, seluruhnya didapatkan dari tangan H. 

"Seluruh barang itu semua dari tangan si H. Karena dia yang puncak dari peredaran uang mata uang palsu itu," urainya. 

Masing-masing tersangka, kata Arman, mengambil mata uang asing palsu itu dari H. Sementara untuk saat ini, polisi masih melakukan pencarian terhadap pencetak uang palsu itu. 

"Masih kita buru. Tentu jaringan ini akan kita ungkap hingga sampai atas," pungkasnya.[]