News

Komisi III Bakal Panggil Kapolri Bahas Tragedi Berdarah Stadion Kanjuruhan

Komisi III Bakal Panggil Kapolri Bahas Tragedi Berdarah Stadion Kanjuruhan
Sekjen DPP Demokrat Hinca Panjaitan di kantor DPP, Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat. (AKURAT.CO/Yudi Permana)

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buntut tragedi berdarah yang terjadi pada laga antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Menurut dia, pihaknya akan memberikan ruang kepada Kapolri untuk menjelaskan sejelas-jelasnya hasil investigasi usai insiden yang menewaskan banyak pihak.

"Kalau dari Komisi III kemarin kita bahas, Kita akan panggil Kapolri. Tentu nggak bisa besok pagi karena butuh waktu dia (Kapolri) juga investigasti tapi Komisi III adalah ruang mitra bagi kami termasuk Polri untuk menjelaskannya," kata Hinca saat ditemui awak media di Gedung DPR,Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (4/10/2022).

baca juga:

Adapun, kata Hinca, apabila Kapolri telah menjelaskan hasil investigasi di Komisi III hal itu sama dengan menjelaskan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Mantan Sekjen Partai Demokrat itu bahkam mencontohkan saat Kapolri memberikan penjelasan pada kasus meninggalnya Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dalam kasus Ferdy Sambo.

"Contoh ketika noise hingar-bingar Ferdy Sambo, begitu kami bikin di Komisi III selama 12 jam bisa landai ini pun begitu, karena itu politik adalah cara menyelesaikannya dengan baik," ujar Hinca.

Di samping itu, kata Hinca, satu minggu ini akan difokuskan lebih dulu terhadap penanganan korban, baru setelah itu membahas persoalan yang terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.

"Seminggu ini kami fokus respect pada korban, setelah itu tetap respect kepada Polri menyelesaikan tugas, teman-teman TNI, Panglima juga sudah bicara itu, Presiden sudah omong, menteri-menteri sudah turun juga dituntaskan," ucap dia.

Sebagai informasi, lebih dari 120 orang telah terbunuh pada Sabtu (1/10/2022) usai kericuhan meletus usai laga Arema FC vs Persebaya. Menurut laporan, kekisruhan bermula saat sejumlah suporter Arema menerobos lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya.

Sementara itu, Berdasarkan data terbaru disebutkan korban meninggal tragedi Kanjuruhan bertambah dari 127 orang menjadi 130 orang.

"Meninggal dunia ada 130 orang. Jadi bertambah satu. Para korban yang sudah teridentifikasi langsung kita bawa ke rumahnya masing-masing," ucap Kadinkes Kab. Malang Wijayanto Wijoyo.

"Yang masih ada di dua Rumah Sakit Pemerintah adalah dua korban meninggal yang tidak teridentifikasi. Sisanya yang di RS memang yang tidak teridentifikasi oleh keluarga atau kerabat," imbuhnya. []