News

Komisi III Akan Kaji Manfaat Ganja Medis, Siap Datangkan Pakar Kesehatan dari Aceh

Komisi III akan mengkaji terlebih dahulu usulan untuk merevisi UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam hal melegalisasi ganja untuk kebutuhan medis.


Komisi III Akan Kaji Manfaat Ganja Medis, Siap Datangkan Pakar Kesehatan dari Aceh
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa usai memimpin rapat dengar pendapat dengan KPK, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (30/3/2022) (AKURAT.CO/PETRUS C. VIANNEY)

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa mengaku akan mengkaji terlebih dahulu usulan untuk merevisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam hal melegalisasi ganja untuk kebutuhan medis.

Desmond mengatakan, akan mempertimbangkan dari segala sisi baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan terkait penggunaan narkotika golongan satu itu.

"Kita lihat dulu nilai manfaatnya dan mudaratnya, sementara ini kan ada kajian ternyata nilai manfaatnya bagi kesehatan dan ekonomi itu luar biasa sekali, mudaratnya kecil sekali itu menurut informasi dari kesehatan," kata Desmond kepada awak media di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (28/6/2022).

baca juga:

"Kenapa di Belanda, di Thailand itu dibebaskan, ini yang kita kaji. Apakah dengan potensi secara ekonomi dan kesehatan itu. Nah catatan-catatan inilah yang akan kami bicarakan pada saat pembahasan UU Narkotika," sambungnya. 

Mengenai RDP yang telah disinggung oleh Pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Desmond mengaku bahwa ada kemungkinan pada hari Kamis (30/6/2022) akan dilakukan kajian mengenai penggunaan ganja demi kebutuhan medis.

"Rencananya ada laporan kemungkinan kalau kosong Kamis akan saya panggil untuk mendengar," ungkap Desmond. 

Menurut Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu, prosedur terkait legalisasi ganja nantinya akan meminta masukan terlebih dahulu dari pakar kesehatan yang ada di Aceh.

Oleh karena itu, kata Desmond, Komisi III nantinya akan mempertimbangkan dari segala aspek, untuk menghindari banyak hal negatif yang ada di dalamnya. 

"Ya kita minta masukan dulu, kesehatan kan ada pakar dari Aceh, ada pakar dari mana mana tentang itu nanti kita akan kita rumuskan apakah memang ini berbahaya atau tidak berbahaya bagi kesehatan," tutur Desmond. 

"Dampaknya ekonominya apa? Jangan sampai kita menahan sesuatu yang ternyata nilai manfaatnya lebih besar daripada mudaratnya. Nah ini yang perlu dikaji," lanjutnya. 

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima kedatangan Santi, seorang ibu yang viral beberapa waktu lalu karena memohon supaya narkotika jenis ganja dilegalkan untuk kebutuhan medis bagi putrinya yang menderita cerebral palsy.

Cerebral palsy adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada otot, gerak, dan koordinasi tubuh.

"Pada hari ini saya kedatangan bu Santi Warastuti, orang tua dari Fika yang mengalami sakit yang kemarin viral mengenai ganja medis," kata Dasco di Gedung DPR, Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/6/2022).  

Usai menemui Santi, Dasco berjanji bakal meneruskan usulannya kepada Komisi III dalam rapat dengar pendapat (RDP) tentang legalisasi ganja untuk kebutuhan medis.

"Setelah mendengarkan apa-apa yang tadi disampaikan, maka kami akan mengambil langkah-langkah untuk mendorong rapat dengar pendapat dengan Komisi III yang kebetulan sedang membahas Revisi UU Narkotika," ungkap Dasco. []