News

Komisi III Akan Gali Penjelasan Jenderal Sigit Soal Keterlibatan Kabareskrim di Kasus Tambang Ilegal

Komisi III Akan Gali Penjelasan Jenderal Sigit Soal Keterlibatan Kabareskrim di Kasus Tambang Ilegal
Anggota komisi III DPR, Adies Kadir. (AKURAT.CO/Adi Suprayitno)

AKURAT.CO Komisi III DPR RI bakal meminta keterangan Kepala Polri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk mendalami laporan hasil penyelidikan tambang batu bara ilegal yang diduga melibatkan Kepala Bareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto. 

Pengakuan itu sebelumnya diungkapkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, dan mantan Karo Paminal Divpropam Polri, Hendra Kurniawan. Ferdy Sambo mengatakan pernah menandatangani surat laporan hasil penyelidikan Propam Polri terkait tambang batu bara ilegal di Kalimantan Timur.

"Ini kita kan belum rapat dengan Kapolri. Mestinya kan Pak Kapolri hari ini tetapi ada hal yang diminta untuk menunda rapat tersebut. Jadi kita tunggu saja lah nanti kalau rapat," kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Adies Kadir, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/11/2022). 

baca juga:

Sebelumnya, Komisi III DPR menjadwalkan rapat kerja dengan Kapolri pada Kamis pagi. Akan tetapi, raker ditunda dan dilanjutkan dengan pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). 

Adapun, menurut Adies, Kapolri telah menindak tegas pihak-pihak nakal yang bermain dalam kasus tambang ilegal. 

"Pak Kapolri kan juga urusan-urusan ini sudah tegas ya dan kemarin juga suruh memproses orang-orang yang kemarin sempat viral-viral dan lain-lain. Itu kan dan juga memproses yang ilegal-ilegal. Jadi ya Pak Kapolri juga sudah bertindak. Jadi kami Komisi III melihat Pak Kapolri sudah tegas dan baik dalam bertindak," jelas politikus Partai Golkar itu.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan rekaman video Aiptu Ismail Bolong yang mengaku melakukan pengepulan dan penjualan batu bara tanpa dilengkapi Izin Usaha Penambangan (IUP) di wilayah hukum Provinsi Kalimantan Timur.

Keuntungan yang diraupnya sekitar Rp5 miliar sampai Rp10 miliar setiap bulan. 

"Keuntungan yang saya peroleh dari pengepulan dan penjualan batu bara berkisar sekitar Rp5 sampai Rp10 miliar dengan setiap bulannya," kata mantan anggota Satuan Intelkam Polres Samarinda itu dalam pernyataannya.