News

Komisi I DPR Kutuk Keras Serangan Israel yang Tewaskan Jurnalis Al Jazeera

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid Ansyah mengecam tindakan yang dilakukan oleh tentara Israel atas tewasnya wartawan Al Jazeera, Shireen Abu Akleh.


Komisi I DPR Kutuk Keras Serangan Israel yang Tewaskan Jurnalis Al Jazeera
Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid saat memimpin rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (31/5). Rapat kerja itu membahas tentang penanganan serangan virus ransomware 'wannacry' dan penyebaran hoax yang sering terjadi di media online. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid Ansyah mengecam tindakan yang dilakukan oleh tentara Israel atas tewasnya wartawan Al Jazeera, Shireen Abu Akleh.

"Saya menyampaikan belasungkawa atas tewasnya wartawan Al Jazeera, Shireen Abu Akleh. Saya mengecam dan mengutuk keras kejadian penembakan oleh pasukan Israel di tepi barat," kata Meutya dalam keterangannya pada Jumat (13/5/2022). 

Politikus Partai Golkar itu meminta kepada Pemerintah, Parlemen dan pihak-pihak lainnya agar pasukan Israel dapat bertanggungjawab atas tindakan keji yang mereka lakukan. 

baca juga:

"Kejadian ini tentu melanggar hukum humaniter yang telah berlaku serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," ujar mantan wartawan konflik kala itu. 

"Untuk itu, saya menyerukan kepada pemerintah, parlemen, dan Komunitas Internasional untuk menuntut Israel agar bertanggungjawab dalam kejadian keji ini," sambungnya. 

Dirinya juga meminta agar Mahkamah Pidana Internasional mau bertindak untuk segera menyelidiki dan memberikan hukuman secara tegas bagi bara pelaku. 

"Saya menuntut Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk dapat segera melakukan penyelidikan, dan menghukum para pelaku sesuai dengan ketentuan Pidana internasional," pungkasnya. 

Sebelumnya, Wartawan Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, tewas tertembak tentara Israel. Terjadi saat ia meliput serangan di Kota Jenin, Tepi Barat Palestina, pada Rabu (11/5/2022).

Shireen terkena tembakan walaupun dirinya sudah mengenakan rompi pers. Rekan sesama jurnalis menceritakan jika peluru menembus kepala Shireen.

Meski begitu, militer Israel tidak mengakui serangan terhadap perempuan 51 tahun itu. Israel justru mengatakan tembakan itu mungkin dilepaskan oleh orang Palestina. []