News

Komisaris PT Adimulia Agrolestari Frank Widjaja Kembali Diperiksa KPK

Tim penyidik mendalami penyerahan uang yang dilakukan Komisaris PT Adimulya Agrolestari kepada Andi Putra


Komisaris PT Adimulia Agrolestari Frank Widjaja Kembali Diperiksa KPK
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Komisaris PT Adimulia Agrolestari Frank Widjaja kembali dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Frank diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) Sawit di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AP," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (29/11/2021).

Pada Selasa (16/10/2021) lalu, Frank Widjaja telah diperiksa KPK. Tim penyidik mendalami penyerahan uang yang dilakukan Komisaris PT Adimulya Agrolestari kepada Bupati nonaktif Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra.

Adapun penyerahan uang itu dilakukan agar PT Adimulia Agrolestari mendapatkan perpanjangan izin hak guna usaha (HGU) Sawit di Kabupaten Kuantan Singingi.

“Yang bersangkutan didalami pengetahuannya terkait dengan pengurusan perpanjangan HGU oleh PT AA (Adimulia Agrolestari) yang diduga ada penyerahan sejumlah uang pada tersangka AP (Andi Putra) agar mendapatkan persetujuan HGU dimaksud,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ipi Maryati, melalui keterangan terulis, Selasa (16/11/2021).

Untuk diketahui, KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Bupati Kuansing 2021-2026 Andi Putra dan General Manager PT Adimulia Agrolestari, Sudarso. Keduanya langsung ditahan di Rutan KPK.

Penetapan tersangka dimulai dari operasi tangkap tangan penyerahan uang kepada Andi oleh Sudarso di kediaman pribadinya di Kuansing.

 Dalam operasi tersebut KPK mengamankan delapan orang mulai dari sopir Sudarso hingga ajudan bupati.

"Setelah dilakukannya pengumpulan informasi dan berbagai bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, KPK kemudian melakukan penyelidikan sehingga ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, selanjutnya KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan dua tersangka," ujar Lili di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/10/2021).