News

Kominfo Terima 5.327 Aduan Rekening Transaksi Pinjol Ilegal per Oktober 2021

Kominfo menerima laporan sebanyak 5.327 laporan rekening yang digunakan untuk kegiatan penipuan berbasis pinjaman online (pinjol).


Kominfo Terima 5.327 Aduan Rekening Transaksi Pinjol Ilegal per Oktober 2021
Ilustrasi Financial Technology (Fintech) (AKURAT.CO)

AKURAT.CO Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan sebanyak 5.327 laporan rekening yang digunakan untuk kegiatan penipuan berbasis pinjaman online (pinjol). Ribuan rekening itu hanya bisa dinonaktifkan atas permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menjelaskan, pihaknya menerima banyak keluhan masyarakat terkait rekening yang digunakan sebagai sarana menampung uang hasil penipuan pinjol.

"Sampai dengan bulan Oktober tahun 2021 ini, Kementerian Kominfo juga telah menerima 5.327 laporan rekening yang digunakan untuk penipuan terkait dengan fintech atau pinjaman online," katanya di Jakarta, Minggu (31/10/2021).

Dia mengatakan, laporan masyarakat itu menambah daftar hitam ratusan ribu rekening yang dikumpulkan oleh Kominfo melalui platform cekrekening.id berdasarkan laporan masyarakat. 

Database tersebut, kata dia, kemudian dapat digunakan kementerian/lembaga, serta aparat hukum yang berwenang dalam melaksanakan program penanganan dan pencegahan tindak pidana berbasis rekening.

“Adapun tindak lanjut pemutusan rekening menjadi kewenangan OJK, dan pelaku industri perbankan sesuai ketentuan perundang-undangan yang terkait,” jelasnya.

Untuk menjaga ruang digital tetap produktif, Johnny mengimbau kepada masyarakat untuk semakin bijak dalam memilih produk dan penyedia jasa keuangan, termasuk pinjaman online. 

Sementara untuk penyelenggara jasa keuangan pinjol yang legal, agar memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. 

“Secara paralel, Kominfo turut mengajak seluruh penyelenggara jasa keuangan dan penyelenggara pinjaman online legal agar dapat memberikan informasi yang jelas, singkat, dan tidak membingungkan masyarakat terkait pemanfaatan dan konsekuensi yang harus ditanggung oleh masyarakat jika melakukan pinjaman online,” jelas Johnny.