Tech

Kominfo Luncurkan Website Indonesiakini untuk Integrasikan Informasi

Kominfo Luncurkan Website Indonesiakini untuk Integrasikan Informasi
Peluncuran website Indonesiakini.go.id. (Dok. Kominfo )

AKURAT.CO, Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan situs agregator Indonesiakini.go.id.  Kehadiran Indonesiakini akan mengintegrasikan informasi dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, dalam satu website.

Langkah ini dinilai akan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya terkait berbagai kebijakan dan program yang telah dan akan digulirkan pemerintah.

"Kita berharap dengan website ini masyarakat bisa mengetahui situasi, kondisi, Indonesia saat ini hanya dengan mengklik satu website. Adanya website ini menjadikan komunikasi publik makin integratif, makin terorkestrasi di mata masyarakat," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, dalam siaran persnya, Rabu (21/9).

baca juga:

Ia menjelaskan kehadiran Indonesiakini akan menjawab tantangan komunikasi publik yang harus cepat, masif dan terintegrasi.

"Dinamika teknologi informasi dan komunikasi yang memicu disrupsi menantang pengelola informasi dan komunikasi publik di lembaga pemerintah untuk berkomunikasi kepada publik secara adaptif. Namun begitu harus diakui, belum semua kementerian atau Lembaga maupun pemerintah daerah mengintegrasikan informasinya dalam satu wadah," papar Usman.

Menurutnya, di tengah variasi lanskap komunikasi publik lembaga pemerintah, aktivitas komunikasi publik perlu diwadahi agar memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi.

"Sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik, maka Kementerian Kominfo memegang amanat untuk mengkoordinasikan perencanaan, penyiapan, dan pelaksanaan komunikasi publik terkait kebijakan dan program pemerintah," jelas Usman.

Adanya Inpres (Instruksi Presiden) tersebut membuat Kemkominfo bertugas mengorkestrasi informasi dalam satu narasi tunggal. Dengan begitu, Indonesiakini diklaim akan menjadi sebuah wadah yang tepat menyatukan banyaknya kanal pemerintah.

"Sekali lagi tentu ini akan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi terkait upaya pemerintah dalam pembangunan," ujar Usman.

Situs agregator Indonesiakini targetnya akan mengintegrasikan empat kanal informasi yang dimiliki Kementerian Kominfo. Kemudian 37 situs kementerian lain, 7 situs Lembaga, 2 situs yang dikelola Istana Kepresidenan, 115 situs perguruan tinggi, 34 situs pemerintah provinsi, 98 situs pemerintah kota, dan 416 situs pemerintah kabupaten.

Hingga saat ini Indonesiakini telah mengagregasi sebanyak 588 situs kementerian, Lembaga dan pemerintah daerah. Jumlah ini telah mencapai 79% dari yang ditargetkan, yaitu sebanyak 746 situs.[]