Tech

Kominfo, Kemendikbud, Siberkreasi, dan Facebook Ajak Masyarakat Waspadai Phising

Merebaknya kasus phising disebabkan minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat


Kominfo, Kemendikbud, Siberkreasi, dan Facebook Ajak Masyarakat Waspadai Phising
Ilustrasi serangan data pada perangkat digital

AKURAT.CO, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Siberkreasi dan Facebook menyelenggarakan literasi digital untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya phising

Istilah phising memang tidak awam di telinga masyarakat Indonesia. Phising merupakan tindak memperoleh informasi pribadi seperti ID pengguna, PIN, nomor rekening bank, serta nomor kartu kredit dengan cara tidak sah. 

Informasi yang didapat ini biasanya akan digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk mengakses rekening, melakukan penipuan kartu kredit atau bahkan memandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan iming-iming hadiah.

baca juga:

“Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dengan segala kemudahan dalam mengakses internet membuat kegiatan phising ini sangat sering terjadi. Dibutuhkan kewaspadaan yang tinggi agar masyarakat tidak mudah terlena dalam memberikan informasi data di dunia siber ini,” ujar Nur Fitriana, Pengembang Teknologi Kemendikbud dalam acara bertajuk 'Siberkreasi Hangout Online : Waspada Phising dengan Iming-iming' pada Kamis (11/2/2021).

Ia menambahkan di masa pandemi ini menjadi lahan bagi para pelaku phising di mana semua kegiatan pendidikan banyak dilakukan secara daring.

Mereka menyasar orang tua, siswa bahkan guru yang masih minim dengan literasi digital. Kebanyakan mereka tergiur akan iming-iming hadiah, berupa kuota gratis atau potongan belanja online.

"Sehingga tanpa sadar mereka masuk ke situs-situs palsu dan memberikan data pribadi, yang mana merupakan salah satu modus dari phising ini," imbuhnya.

Merebaknya kasus phising ini juga menurutnya disebabkan minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hal ini. Sehingga acapkali masyarakat terjebak dengan tampilan situs palsu yang menyerupai situs resmi, atau dengan tawaran hadiah.

Dessy Sukendar, Policy Program Manager Facebook Indonesia mengatakan, Facebook telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan guna menghindari pengguna mengalami tindak kriminal siber phising.

“Facebook, Instagram serta WhatsApp, kita sering memperbarui fitur-fitur yang membantu pengguna untuk tetap aman bersosial media. Facebook selalu mengecek secara teratur guna memastikan tidak ada akun-akun palsu yang melakukan tindakan phishing ini," terang dia.

"Facebook dan Instagram juga memiliki fitur keamanan, seperti email from Instagram atau email from Facabook yang memastikan pengguna email resmi yang dikirimkan oleh platform,” jelas Dessy lagi.

Azhar Ilyas

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu