Ekonomi

Kominfo Ingin Sawit Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia


Kominfo Ingin Sawit Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia
Kendaraan melintas di kawasan perkebunan kelapa sawit PTPN VI, Sariak, Pasaman Barat, Sumatra Barat, Sabtu (1/12/2018). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, sektor kelapa sawit menghadapi penurunan harga crued palm oil (CPO) sebesar 24 persen, dari 636 dolar AS per ton menjadi 485 dolar AS per ton hingga akhir Oktober 2018. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

AKURAT.CO Minyak sawit dan produksinya di Indonesia telah menjadi perhatian dunia. Perubahan pangsa produksi dan konsumsi minyak nabati menempatkan minyak sawit lebih baik dibanding minyak kedelai karena tingginya efisiensi dan efektifitas komoditas sawit.

Keunggulan minyak sawit dalam persaingan pasar internasional telah melahirkan kampanye hitam soal sawit.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menggelar acara "Influencer meeting #SawitBaik dan Launching Sosial Media Sawitbaik.id".

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Septriana Tangkary menyatakan acara yang menghadirkan para influencer media sosial ini diharapkan mampu menyebarkan kampanye positif mengenai peran sawit sebagai kekuatan ekonomi Indonesia.

"Keunggulan sawit itu banyak, mau cantik pakai sabun itu dari sawit tapi oleh orang Indonesia paling banter jadi Crued Palm Oil (CPO)," katanya saat membuka acara di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Disisi lain, sawit pernah menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia pada tahun 2017 yakni mencapai USD23 miliar atau setara Rp300 triliun.

"Sawit pernah masuk dalam 5 penyumbang devisa tertinggi di Indonesia tahun 2017," lanjutnya.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun yang juga hadir sebagai pembicara mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya, kampanye sawit baik melalui penggiat media sosial mampu memunculkan opini yang baik mengenai sawit. Sebab, Indonesia salah satu  kekuatan terbesar di dunia dalam penggunaan media sosial.

"Saya sangat senang Kominfo mulai mengkampanyekan soal sawit baik ini sejatinya pertarungan opini. Dengan bantuan para penggiat medsos Saya yakin opini bisa dilakukan," ungkapnya.

Misbakhun juga menambahkan, kedepan kalau Indonesia kuat dan bisa mengkampanyekan sawit dengan baik maka akan terjadi perubahan yang dramatis terhadap cara pandang bahwa sawit adalah kekuatan global di industri.[]