Rahmah

Komentari Promosi Konten LGBT di Media, MUI: Harusnya Dilarang

Idy Muzayyad menyayangkan komentar dan sikap Menkopolhukam Mahfud MD yang seolah membiarkan dan memperbolehkan promosi LBGT di ruang publik.


Komentari Promosi Konten LGBT di Media, MUI: Harusnya Dilarang
Kantor MUI (MUI.or.id)

AKURAT.CO Belum lama ini, salah satu Podcast kenamaan milik Deddy Corbuzier mengundang bintang tamu yang diduga merupakan pasangan LGBT yakni Ragil Mahardika dan Frederik Vollert. Video tersebut sontak mendapatkan kritik dari beberapa pihak.

Berkaitan dengan konten LGBT ini, Wakil Ketua Komisi Infokom MUI, Idy Muzayyad menyayangkan komentar dan sikap Menkopolhukam Mahfud MD yang seolah membiarkan dan memperbolehkan promosi LBGT di ruang publik melalui media.

Pihaknya menilai, tayangan LGBT dianggap melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI tahun 2012. Idy yang juga mantan Wakil Ketua KPI Pusat Periode 2013-2016 ini mengatakan, KPI pernah mengeluarkan aturan larangan promosi LGBT di media, khususnya radio dan televisi yang menjadi domain pengawasan KPI. 

baca juga:

Larangan tersebut, kata dia, sebagai bentuk perlindungan terhadap anak dan remaja yang rentan menduplikasi perilaku menyimpang LGBT. Oleh sebab itu, baik televisi maupun radio, tidak boleh memberikan ruang yang dapat menjadikan perilaku LGBT itu dianggap sebagai hal yang lumrah.

"Aturan dalam P3 & SPS itu sudah jelas, baik tentang penghormatan terhadap nilai dan norma kesusilaan dan kesopanan, ataupun tentang perlindungan anak dan remaja yang melarang adanya muatan yang mendorong anak dan remaja belajar tentang perilaku tidak pantas dan/atau membenarkan perilaku tersebut,” ujarnya seperti dikutip laman resmi MUI, Jumat (13/5/2022).

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan bahwa dalam Undang-undang penyiaran telah menegaskan bagaimana tujuan penyelenggaraan penyiaran. Aturan tersebut, diantaranya untuk terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa.

"Spiritnya adalah promosi LGBT melalui semua media harusnya dilarang, karena tidak sesuai dengan nilai-nilai agama yang universal. Sementara Pancasila dan undang-undang terkait jelas menyebut kata ketuhanan, keamanan serta ketaatan pada nilai agama,” terangnya.

Lebih lanjut lagi, Idy mensinyalir promosi LGBT oleh Deddy Cobuzier, tanggapan Mahfud MD, dan respons elemen masyarakat yang pro terhadap LGBT, bukan berada pada ruang hampa kepentingan terhadap design besar di balik legalisasi LGBT dan setidaknya pembiaran terhadap perilaku menyimpang LGBT.

“Karena memang ada kelompok yang menyusup kemana-kemana dengan menitipkan agen dengan massage yang mengarah pada goal jangka panjang legalisasi LGBT. Hebatnya yang dititipi pesan tersebut kadang tidak sadar atau pura-pura tidak tahu. Dan biasanya atas namanya adalah kemanusiaan dan kesetaraan,” pungkasnya. []