Lifestyle

Komentar Mantan Menkes Siti Fadilah Terkait Kondisi Indonesia Terkait Subvarian BA.4 dan BA.5

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Siti Fadilah Supari ungkap kondisi Covid-19 di Indonesia setelah kemunculan subvarian BA.4 dan BA.5


Komentar Mantan Menkes Siti Fadilah Terkait Kondisi Indonesia Terkait Subvarian BA.4 dan BA.5
Mantan Menteri Kesehatan Indonesia, Siti Fadilah Supari. (Tangkapan Layar AKURAT Talk)

AKURAT.CO Kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mengalami kenaikan akibat subvarian BA4 dan BA5. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Republik Indonesia sendiri memprediksi puncak kasus Covid-19 pun akan terjadi di minggu kedua hingga ketiga bulan Juli.

Meski begitu, kasus pasien yang dirawat di rumah sakit hingga kematian tidak akan setinggi puncak gelombang Omicron subvarian sebelumnya, termasuk Delta.

Adapun tambahan kasus saat puncak diprediksi bisa mencapai 19 ribu kasus.

baca juga:

"Di Indonesia sesudah lebaran, kalau kita ikuti pola puncaknya kira-kira minggu kedua atau minggu ketiga Juli," ujar Menkes Budi pada Minggu (3/7/2022). 

Terkait hal ini, mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Siti Fadilah Supari mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak panik.

Diakui Siti, subvarian BA.4 dan BA.5 ini memang lebih mudah menular. Akan tetapi, tingkat keparahan akibat subvarian ini relatif rendah dibandingkan varian omicron lainnya

"Meningkat ya karena dia (subvarian BA.4 dan BA.5) sangat menular. Tapi untuk menandingi (varian Covid-19) dulu  tidak, lebih besar dari yang dulu, enggak," kata Siti Fadilah Supari saat dihubungi AKURAT.CO beberapa waktu lalu. 

"Tidak perlu khawatir sebab BA.4 dan BA.5 ini sub varian. Sub varian itu anaknya varian. Jadi, ini anaknya varian Omicron. Dia lebih menular tapi tidak ganas, lebih tidak mematikan," tegasnya. 

"Jadi kalau kena, ya ringan-ringan saja," imbuhnya. 

Dalam kesempatan ini, Siti juga menyinggung soal peningkatan kasus Covid-19 di Singapura yang mencapai 11 ribu. Angka ini tentu cukup jauh dari Indonesia yang hanya mengalami peningkatan hingga sekitar 1000 kasus harian. 

Melihat situasi saat ini, Siti menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia mampu melewati gelombang subvarian BA.4 dan BA.5. Oleh sebab itu, masyarakat sangat disarankan untuk tidak panik. 

"Dari luar tampaknya merebak. Singapura itu 11 ribu per hari, kita masih 1000.  Don't worry ketularan subvarian Omicron. Dengan Omicron kita bisa melewatinya dengan baik kok. Ini tidak akan lebih besar dari Omicron dan Delta. Sampai detik ini belum sampai meningkat, kematian turun," ujarnya. 

Prediksi puncak kasus pada Juli ini membuat pemerintah melakukan sejumlah langkah pencegahan, seperti pemantauan langsung serta percepatan booster vaksin Covid-19.

"Kami akan tetap menjaga standar protokol kesehatan yang ada, mempercepat vaksin booster, melakukan sero-surveilans ketiga pada akhir Juni-awal Juli," kata Budi.

Adapun masyarakat Indonesia diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, rutin mencuci tanga dengan sabun. Masyarakat pun diharapkan untuk melengkapi dosis vaksin Covid-19 hingga booster.[]