Olahraga

KOI Sarankan Cabor-cabor Lain Tiru Pembinaan PBSI

Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma jadi pebulutangkis pertama yang mempersembahkan emas untuk Indonesia.


KOI Sarankan Cabor-cabor Lain Tiru Pembinaan PBSI
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 (Djarum Badminton)

AKURAT.CO, Cabang olahraga bulutangkis telah membuktikan diri menjadi salah satu cabor berprestadi di berbagai kejuaraan internasional, termasuk Olimpiade. Bahkan, pembinaan yang dilakukan oleh PP PBSI dianggap perlu dicontoh oleh cabor-cabor lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari saat menghadiri pelantikan pengurus PP PBSI periode 2020-2024 di Jakarta, Jumat (9/4) kemarin.

“Bulutangkis sudah membuktikan diri telah memberi prestasi di kancah dunia, baik Olimpiade maupun Kejuaraan Dunia,” kata pria yang akrab disapa Okto tersebut.

“Tentu sistem pembinaan mereka perlu dicontoh cabang olahraga lain karena tingkat tertinggi pencapaian prestasi adalah Olimpiade untuk multievent, dan Kejuaraan Dunia untuk single event.”

Atlet cabang bulutangkis tak pernah absen mengibarkan bendera Merah Putih di mata dunia sejak mulai dimainkan pada Olimpiade 1992 Barcelona.

Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma menjadi atlet bulutangkis Indonesia pertama yang berhasil membawa pulang medali emas untuk Merah-Putih dari ajang Olimpiade.

Tradisi medali emas itu dilanjutkan oleh ganda putra Rexy Mainaky/Ricky Subagja (Olimpiade 1996 Atlanta), ganda putra Tony Gunawan/Candra Wijaya (Olimpiade 2000 Sydney), tunggal putra Taufik Hidaya (Olimpiade 2004 Athena) dan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan (Olimpiade 2008 Beijing).

“Bisa kita lihat bagaimana penampilan pebulutangkis Indonesia di Olimpiade yang sudah mendulang medali emas. Tentu kita semua menyoroti bagaimana pembinaan yang mereka lakukan. Ini perlu dijadikan benchmark bagi olahraga di Indonesia,” jelas Okto.

Sayang tradisi emas itu sempat terputus di Olimpiade 2012 London, sebelum mampu direbut kembali pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro lewat ganda campuran Tontowi Ahamad/Liliyana Natsir.[]

Dian Eko Prasetio

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu