News

Kocak! Pria Turki Tak Sadar Dinyatakan Hilang, Malah Ikut Bergabung dengan Regu Pencari di Hutan

Pria ini tak sadar bikin heboh keluarganya


Kocak! Pria Turki Tak Sadar Dinyatakan Hilang, Malah Ikut Bergabung dengan Regu Pencari di Hutan
Gambar hanya untuk ilustrasi pencarian petugas Turki dalam menemukan orang hilang (The Week)

AKURAT.CO, Seorang pria Turki ramai jadi perbincangan karena tidak sadar kalau dirinya dinyatakan hilang. Bahkan, dalam pemberitaan, pria ini justru ikut bergabung dengan kelompok petugas yang mencari dirinya. Setelah berjam-jam pencarian, pria itu baru sadar kalau dirinya yang selama ini dicari oleh regu penyelamat. 

Mengutip BBC hingga Sky News, pria yang tak sadar telah 'hilang' itu diidentifikasi sebagai Beyhan Mutlu, 50 tahun, asal distrik Inegol. Pada Selasa (28/9), Mutlu sedang minum-minum bersama dengan teman-temannya. Entah apa yang ada di pikirannya saat itu, tapi Mutlu yang mabuk kemudian dilaporkan mengembara jauh meninggalkan teman-temannya.

Saat berkeliaran itu, Mutlu berjalan-jalan di kawasan sebuah hutan di wilayah tempat ia tingggal di provinsi Bursa.

Karena tak kunjung pulang dan tidak bisa dihubungi selama beberapa jam, istri dan teman-temannya dibuat khawatir. Kasus ini langsung dilaporkan ke pihak berwenang dan dari situlah, Mutlu dinyatakan hilang dengan tim pencari langsung dikerahkan untuk menemukannya. 

Pada suatu ketika, Mutlu yang tidak sadar menemukan regu pencari dan memutuskan untuk ikut bergabung. Mutlu pun baru sadar setelah anggota regu pencari mulai meneriakkan namanya. Saat dipanggil itu, dengan polosnya, Mutlu menjawab 'Saya di sini'.

Kasus Mutlu ini pun terlihat dalam sebuah foto yang kini beredar di media sosial. Dalam foto itu, tampak sejumlah petugas mengerubungi seorang lelaki berjaket cokelat dengan wajah yang kebingungan. 

Tidak jelas apa yang terjadi pada Mutlu setelahnya-apakah ia didenda karena 'membuat repot' petugas atau dimarahi oleh keluarganya. 

Namun, Mutlu dikatakan sempat merengek minta ampun kepada petugas.

"Jangan menghukum saya terlalu keras, petugas. Ayah saya akan membunuh saya," kata Mutlu sebelum akhirnya diantar pulang oleh para petugas. []