Rahmah

Kocak! Jemaah Kaget saat Abu Nawas Menyampaikan Khutbahnya, Ini Alasannya

Suatu waktu, Abu Nawas ditugaskan menyampaikan khutbah Jum'at.


Kocak! Jemaah Kaget saat Abu Nawas Menyampaikan Khutbahnya, Ini Alasannya
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Dalam khazanah ke-Islaman, nama Abu Nawas begitu familiar di telinga umat Muslim. Tokoh sufi yang hidup pada zaman Khilafah Harun Ar-Rasyid ini dikenal lewat kisah-kisah cerdiknya yang dapat mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya. 

Meskipun dikenal memiliki sifat jail, namun ternyata Abu Nawas adalah sosok yang pintar. Dirinya bahkan tak jarang mendapat undangan khotbah di masjid dekat rumahnya.

Singkat cerita, Jumat siang itu Abu Nawas bergegas menuju masjid. Setibanya di masjid, azan pun terdengar mulai berkumandang.

baca juga:

Para warga segera berbondong-bondong menuju masjid dan meninggalkan segala aktivitas sehari-harinya. Karena yang bertugas sebagai khatib Jumat  adalah Abu Nawas, para jamaah pun sangat antusias menuju masjid. 

Hal ini dikarenakan masyarakat senang  mendengar ceramah keagamaan yang disampaikan Abu Nawas. Menurut masyarakat, tausyiah yang disampaikan Abu Nawas sangat relevan terhadap masalah yang sedang terjadi.

Jam sudah menunjukkan pukul 12.00, itu artinya Abu Nawas dipersilahkan naik ke mimbar dan memulai khutbahnya. Namun belum lama Abu Nawas menyampaikan khutbahnya, ia melihat banyak jemaah yang mengantuk. Bahkan diantara dari mereka terlihat tertidur pulas.

Melihat kondisi tersebut, Abu Nawas segera berteriak. Teriakan Abu Nawas itu ternyata membuat jemaah salat Jumat terkaget-kaget.

"Haduuhh.. Api api api," ucal Abu Nawas dengan lantang. 

Para jemaah pun sontak terbangun. Mereka langsung menoleh ke kiri dan kanan mendengar teriakan Abu Nawas itu. 

"Apa? Di mana apinya, di mana api itu," teriak salah seorang jemaah. 

Abu Nawas yang melihat para jemaah sudah mulai terbangun, lantas melanjutkan khutbahnya. Dia tidak memperdulikan pertanyaan para jemaah mengenai di mana asal api tersebut.

"Wahai kaum Muslimin, api yang dahsyat itu di neraka, bagi mereka yang lalai dalam beribadah," kata Abu Nawas.

Abu Nawas pun segera menutup bagian khutbah kedua dengan lantunan sebuah do'a. Setelah khutbah selesai dibacakan, Abu Nawas langsung memimpin salat Jumat dengan khusyuk dan diikuti oleh para jamaah salat Jumat. 

Kisah ini memberi pesan bahwa sebagai umat Islam hendaknya untuk meningkatkan kualitas ibadah. Sehingga, jangan sampai kita disibukkan dengan urusan duniawi, namun lalai akan beribadah kepada Allah SWT. Wallahu A'lam Bishawab. []