News

KNKT Berhasil Unduh 2 Jam Rekaman Percakapan Pilot dan Copilot Sriwijaya Air

KNKT Berhasil Unduh 2 Jam Rekaman Percakapan Pilot dan Copilot Sriwijaya Air
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) Soerjanto Tjahjono dalam rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V dengan Menteri Perhubungan, Kepala BMKG, Kepala BNPP dan Dirut Maskapai Penerbangan Nasional) di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). (Youtube DPR RI)

AKURAT.CO Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) akhirnya berhasil mengunduh rekaman percakapan antara pilot dan copilot pesawat nahas Sriwijaya Air yang jatuh di perairan teluk Jakarta. KNKT mengamankan rekaman pembicaraan selama 2 jam antara pilot dan copilot sebelum pesawat nahas itu jatuh.

"Pada tanggal 1 April 2021, data CVR (Cockpit Voice Recorder) berhasil diunduh di Laboratorium KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan didapatkan rekaman percakapan selama 2 jam termasuk percakapan penerbangan yang mengalami kecelakaan," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

Ia mengatakan, KNKT berhasil mengunduh seluruh 4 channel dari CVR. Akan tetapi channel 4 pada CVR mengalami gangguan. Keberhasilan KNKT itu, kata dia, menambah data penting kecelakaan pesawat terbang itu.

baca juga:

"Meskipun demikian, berdasarkan rekaman yang ada tersebut, telah menambah data penting bagi investigasi yang hasilnya nanti akan disampaikan dalam laporan akhir," ujarnya.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air pada 9 Januari 2021 dalam rute penerbangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta tujuan Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak. Pesawat sial itu. mengangkut dengan diawaki oleh 2 pilot, 4 awak kabin dan 56 penumpang.

"Tiga hari pasca terjadinya kecelakaan yaitu pada tanggal 12 Januari 2021, Flight Data Recorder (FDR) telah ditemukan dan hasil data yang telah diolah oleh KNKT telah diumumkan kepada publik melalui laporan awal investigasi (preliminary report) pada tanggal 10 Februari 2021," ujarnya.

Dia menjelaskan, hingga saat ini, proses investigasi masih terus dilakukan oleh tim KNKT disertai dengan proses penelitian yang mendetail. KNKT menegaskan, setelah ditemukannya semua bagian black box tersebut memberikan titik terang untuk dapat mengusut penyebab terjadinya kecelakaan yang meluluhlantakkan seluruh isi pesawat itu.

"Tujuannya agar kecelakaan dengan penyebab yang sama tidak kembali terulang di kemudian hari," ungkapnya.[]