News

KND RI Ganjar Penghargaan Anugerah Prakarsa Inklusi ke Perusahaan Pencanang Desa Ramah Disabilitas

KND RI Ganjar Penghargaan Anugerah Prakarsa Inklusi ke Perusahaan Pencanang Desa Ramah Disabilitas
PT Tirta Investama – Pabrik Klaten (AQUA Klaten) menerima Anugerah Prakarsa Inklusi langsung dari Ketua KND RI Dante Rigmalia (Dok. Danone)

AKURAT.CO, Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia (KND RI) Dante Rigmalia mengganjar Anugerah Prakarsa Inklusi kepada PT Tirta Investama - Pabrik Klaten (AQUA Klaten) atas dukungannya pada Gerakan Indonesia Inklusif dan ramah disabilitas.

Pada kesempatan yang sama pula Ketua KND RI mencanangkan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten sebagai Desa Inklusi Yang Ramah & Peduli Disabilitas. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Kranggan dihadiri tidak kurang dari 50 disabilitas dari 3 desa yaitu Kranggan, Janti dan Sidowayah. 

Hadir pula dari Poltekes Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Sebelas Maret Surakarta juga beberapa kepala OPD terkait dari Pemerintah Kabupaten Klaten bersama Muspika 3 kecamatan yaitu Karanganom, Tulung dan Jatinom.

baca juga:

Dante yang hadir secara khusus bersama timnya menuturkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah masih adanya stigma di keluarga sendiri yang menghambat disabilitas untuk berkembang. 

"Saya multidisabilitas, tetapi saya merasa beruntung, keluarga saya bisa memahami saya dan memberikan kesempatan untuk berkembang," katanya.

Berangkat dari dukungan dan perhatian keluarga, menurut Dante, disabilitas bisa dikenali potensinya dan berkembang. 

"Memiliki anak atau anggota keluarga difabel jangan dikonotasikan negatif. Inklusi center (sekolah inklusi) yang tumbuh dari level desa dan kecamatan ini adalah praktik baik. Kita harus gaungkan kebaikan ini," ucapnya.

Pada momen ini, Dante turut meresmikan fasilitas disabilitas di Posyandu Jiwa, yang menjadi bagian dari Poliklinik Desa Kranggan.

"Apresiasi saya sampaikan kepada semua pihak yang terlibat, relawan, pemerintah kecamatan, desa, akademisi juga AQUA Klaten yang telah memfasilitasi, memberikan perhatian dan pendampingan pada disabilitas," pungkasnya. 

Pencanangan 3 Desa yang ramah dan peduli disabilitas ini sendiri merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, tepatnya April 2022 lalu di Balai Desa Ponggok yaitu pengukuhan Kecamatan Polanharjo sebagai Kecamatan inklusi dan ramah disabilitas dengan nama Difa Tangguh Polan Mandiri. 

Menyusul kemudian Kecamatan Karanganom yang juga sudah memberlakukan inisiatif serupa sejak 2016. Pengukuhan waktu itu dilakukan oleh Kikin Tarigan, Komisioner komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Klaten, Yoenanto Sinung Noegroho, menyampaikan bahwa di Kecamatan Polanharjo terdapat 417 jiwa disabilitas. Sementara secara total di wilayahnya tercatat 11.661 jiwa. 

"Mereka dikategorikan dalam 4 kelompok yaitu disabilitas fisik, intelektual, mental dan sensorik. Mereka semua perlu mendapat perhatian bersama. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, perlu dukungan dari semua pihak untuk memberikan kesempatan yang sama kepada saudara-saudara kita tersebut," kata Sinung.

Adapun AQUA Klaten sejak 2016 telah mendampingi Inklusi Center Kecamatan Karanganom (ICKK) yang menaungi 120 disabilitas, 40 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan pemberdayaan ekonomi untuk 15 Kepala Keluarga, masyarakat dan relawan di Karanganom. 

Selain memfasilitasi inklusi center, juga membentuk kelembagaan yang mengelola Inklusi Center secara lebih baik. Upaya ini yang kemudian diduplikasi pada kelembagaan Difa Tangguh Polan Mandiri yang bergerak aktif di Kecamatan Polanharjo. Saat ini tercatat terdapat 25 relawan aktif, didukung 4 terapis profesional dan 7 fasilitator, pelatihan terus dilakukan untuk mengembangkan sumber daya tersebut.

Secara berkala mereka berkumpul di Inklusi center di Aula Desa. Mereka mendapat pemeriksaan Kesehatan dan terapi gratis yang dilakukan oleh tenaga medis dari PMI Kabupaten Klaten. Selain itu, orang tua juga dilatih supaya mampu melakukan terapi sendiri di rumah. 

Secara psikologis mereka juga berlatih mengenali dan mengembangkan bakat anaknya. Kegiatan setiap minggu ini juga menjadi wadah mereka bersilaturahmi, berbagi dan saling menguatkan semangat.

Plant Director AQUA Klaten I Ketut Muwaranata mengatakan, pendampingan dan pemberdayaan disabilitas sejalan dengan misi Danone yaitu One Planet One Health, soal bagaimana hidup di satu planet dan hanya satu kali. Dalam arti lestarinya Bumi dan sehatnya diri menjadi hal yang saling terkait. 

"Kami berkomitmen untuk terus mendorong upaya-upaya memberikan kesempatan yang sama kepada saudara-saudara disabilitas. Tidak hanya penyediaan fasilitas khusus untuk karyawan disabilitas. Pendampingan juga diberikan kepada saudara-saudara disabilitas disekitar wilayah operasional," jelas Ketut.

Danone AQUA sendiri secara juga berkomitmen mendorong lingkungan kerja dengan keragaman inklusif baik itu secara gender, kesukuan dan juga disabilitas. Fasilitasi terhadap karyawan disabilitas di beberapa pabrik telah diberikan seperti akses khusus di tempat kerja, juga penerapan standar pelayanan tamu disabilitas di seluruh lokasi operasional. 

Pabrik AQUA di Mambal-Bali bahkan memiliki program konservasi di daerah hulu yang melibatkan kelompok penerima manfaat disabilitas dalam skema imbal jasa lingkungan. Indikator inklusif juga masuk pada Sertifikasi B Corp yang diraih Danone AQUA pada tahun 2018. 

Sertifikasi ini diberikan bagi perusahaan pengguna bisnis untuk mendorong kebaikan. Danone AQUA menjadi perusahaan Fast Moving and Consumer Goods (FMCG) pertama di Indonesia dan perusahaan terbesar di Asia yang mendapatkan sertifikasi B Corp. Capaian tersebut oleh AQUA Klaten juga diikuti berupa apresiasi dari Kementerian Sosial dengan Penghargaan Padmatirta untuk Kategori disabilitas pada tahun 2020.

"Harapan kami, kolaborasi dengan pendekatan pentahelix ini bisa diperkuat dan menginspirasi semakin banyak pemangku kepentingan bisa mengambil peran untuk memberikan kesempatan saudara-saudara kita disabilitas," pungkas Ketut.