Olahraga

Klopp: Saya tidak Mau Lagi Mendengar Nyanyian Homofobia Suporter Liverpool

Juergen Klopp menganggap kemenangan 3-0 atas Norwich City ternodai karena nyanyian homofobia suporternya.


Klopp: Saya tidak Mau Lagi Mendengar Nyanyian Homofobia Suporter Liverpool
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, mengecam nyanyian homofobia dari suporternya yang diarahkan terhadap gelandang Norwich City, Billy Gilmour. ( TWITTER/@LFC)

AKURAT.CO, Pelatih Liverpool mengutuk keras suporter timnya yang menyanyikan yel-yel mengandung homofobia terhadap gelandang Norwich City yang dipinjam dari Chelsea, Billy Gilmour. Klopp menyebut suporter yang menyanyikan nyanyian tersebut sebagai “idiot”.

Dalam lawatan ke kandang Norwich di Stadion Carrow Road, Norwich, Inggris, Sabtu (14/8), pada laga pembuka Liga Primer Inggris 2021-2022, Liverpool memang menang 3-0. Namun, Klopp merasa kemenangan itu ternoda setelah mendengar nyanyian dengan chorus berbunyi “Chelsea rent boy” yang diarahkan ke Gilmour.

“Saya tidak ingin mendengar itu lagi, karena banyak alasan,” kata Klopp sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Kita jelas hidup di masa di mana kita belajar banyak saat ini. (Umur) saya 54 tahun sekarang dan ketika saya 20 (tahun) kita menyebut banyak hal yang tidak kami pikirkan. Dan sementara itu, terimakasih Tuhan 34 tahun kemudian kita belajar bahwa itu tidak benar untuk dikatakan.”

Klopp mengatakan bahwa lagu tersebut sama sekali tidak membantu penampilan timnya di lapangan. Berbeda dengan lagu kebesaran suporter Liverpool, You’ll Never Walk Alone (YNWA), yang disebut oleh Klopp bisa bikin merinding.

“Dari sudut pandang sebagai seorang pemain atau pelatih, saya melihat lagu-lagu ini tidak membantu sebagaimana juga membuang-buang waktu,” kata Klopp.

“Jelas membuang waktu karena saya mendengar di stadion ketika mereka mulai menyanyikan Bobby Firmino, Mo Salah, You’ll Never Walk Alone. Hal-hal seperti ini membuat Anda merinding dan sebuah dorongan.

“Lagu-lagu lain benar-benar membuang waktu dan jika Anda berpikir apa yang Anda nyanyikan (benar), Anda berarti seorang idiot. Jika Anda tidak memikirkan tentang apa yang Anda nyanyikan dalam situasi tersebut, itu hanya buang-buang waktu, lupakan dan nyanyikan lagu lainnya.”

Klopp juga sempat berbicara dengan salah satu pendiri kelompok suporter Liverpool yang terdiri dari kaum LGBTQ, Kop Outs, Paul Amann. Dalam pembicaraan tersebut, pelatih asal Jerman itu mengaku tidak memahami mengapa suporter menyanyikan yel-yel yang bertentangan dengan semangat di stadion.

“Saya tidak mengerti. Saya tidak pernah menyukainya. Dalam kasus kami, kita barangkali punya buku lagu terbaik di dunia. Mudah untuk memutuskan tidak menyanyikan lagu itu lagi,” ucap Klopp.[]