News

KLHK RI: Pengelolaan Sampah Yang Baik Dapat Dorong Ekonomi Nasional

Penegelolaan sampah yang baik dan tepat dapat dimanfaatkan untuk mendorong roda perekonomian Tanah Air


KLHK RI: Pengelolaan Sampah Yang Baik Dapat Dorong Ekonomi Nasional
Carut marut pengelolaan sampah di Bekasi (Akurat.co/Aji Nurmansyah)

AKURAT.CO, Tanpa disadari, pengelolaan sampah yang tepat dapat menjadi salah satu penggerak roda perekonomian Indonesia di masa pandemi, juga berdampak baik bagi lingkungan.

Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Ujang Solihin Sidik, mengatakan bahwa tahun ini pihaknya ingin pengelolaan sampah menjadi pendorong ekonomi.

Menurutnya, data BPS 2020 menunjukkan bahwa sektor pengelolaan sampah tumbuh positif saat pandemi, berbeda dengan sektor-sektor utama yang terpukul.

"Ini adalah momentum penting selama pandemi, kalau ternyata sektor ini saatnya jadi penggerak roda ekonomi nasional dan lebih cepat akselerasinya," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Ujang mengatakan bahwa pemerintah melalui kementeriannya sudah mengeluarkan berbagai instrumen kebijakan, dan berfokus pada kampanye, edukasi masyarakat untuk mengurangi sampah plastik, serta memilah sampah sesuai kategorinya (organik/nonorganik) agar lebih mudah untuk didaur ulang.

Ujang tak menampik bahwa isu sampah masih menjadi tantangan yang besar di Indonesia. Ia menyebutkan, dalam satu tahun, Indonesia memiliki sekitar 67,8 juta ton sampah dan akan terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

Salah satu pendekatan yang harus dikembangkan agar pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pendekatan circular economy (ekonomi melingkar). Pendekatan ini tidak bisa dilakukan sendiri, namun berbagai pihak harus terlibat; termasuk produsen, pemerintah, dan masyarakat.

"Yang bisa dilakukan masyarakat adalah memilah sampah mereka. Ketika kita berbicara soal kompos, soal zero-waste, semua berawal dari pemilahan. Terutama untuk daur ulang, pemilahannya harus lebih baik," kata Ujang.

Kementerian LHK sebelumnya menargetkan kapasitas pengolahan sampah pada 2025 mencapai 100 persen. Ditetapkan pula target masyarakat memilah sampah mencapai 50 persen untuk semua jenis sampah plastik.

Sumber: ANTARA