Ekonomi

KLHK Ajak Generasi Milenial Menjaga dan Mencintai Hutan


KLHK Ajak Generasi Milenial Menjaga dan Mencintai Hutan
Olimpiade 2020 di Jepang menggunakan kayu ilegal dari hutan hujan tropis Indonesia (Sciencing)

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) menjelaskan, setelah kebijakan korektif Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilaksanakan, selanjutnya adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kehutanan. Hal tersebut bertujuan agar langkah-langkah korektif dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga sumber daya hutan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. 

"Disini perlunya pendidikan dan peningkatan keterampilan generasi penerus pengelola hutan di era milenial," jelas Bambang.

Bambang melanjutkan bahwa terdapat 5 pesan bagi generasi milenial untuk turut menjaga hutan. Pasalnya generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga dampak perubahan iklim dari kondisi hutan yang terabaikan.

"Pesan pertama yang ingin saya sampaikan dalam peringatan Hari Hutan Internasional ini adalah pentingnya memahami dan menjaga hutan untuk masa depan, karena peran hutan menjadi lebih penting mengingat populasi dunia akan meningkat menjadi 8,5 miliar pada tahun 2030,” ujar Bambang.

Menurutnya tidak ada kata terlalu dini untuk belajar mengerti tentang pepohonan. Untuk itu anak-anak perlu dibantu agar terhubung dengan alam sehingga tercipta generasi masa depan yang sadar akan manfaat pohon dan hutan serta kebutuhan untuk mengelolanya secara berkelanjutan.

Pesan ketiga adalah baik pengetahuan tradisional maupun modern memiliki peran yang sangat penting dalam mempertahankan kelestarian hutan. Rimbawan harus mengenal dan memahami alam dengan baik, serta belajar menggunakan teknologi mutakhir untuk memastikan bahwa hutan kita dipantau dan dikelola secara berkelanjutan.

Pesan keempat adalah berinvestasi dalam pendidikan kehutanan dapat mengubah dunia menjadi lebih baik. Indonesia sebagai negara yang memiliki hutan tropis yang sangat luas harus memastikan ada ilmuwan, pembuat kebijakan, rimbawan dan masyarakat lokal yang bekerja untuk menghentikan deforestasi dan memulihkan lanskap yang terdegradasi.

Pesan yang terakhir adalah bahwasanya laki-laki dan perempuan harus memiliki akses yang sama untuk pendidikan kehutanan. Kesetaraan gender dalam pendidikan kehutanan diharapkan mampu memberdayakan perempuan perdesaan untuk mengelola hutan secara berkelanjutan.[]