News

Klaster Covid-19 Muncul Kembali di Bantul, Berawal dari Kegiatan Tilik dan Senam Warga

Dua klaster Covid-19 di Bantul terkait kegiatan jenguk-menjenguk atau tilik dan senam warga menyumbang hingga belasan kasus dalam sepekan terakhir.


Klaster Covid-19 Muncul Kembali di Bantul, Berawal dari Kegiatan Tilik dan Senam Warga
Foto ilustrasi: petugas medis bersama pasien positif Covid-19. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Klaster penyebaran Covid-19 bermunculan kembali di Kabupaten Bantul di saat kasus penularan virus corona Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah melandai.

Dua klaster terkait kegiatan jenguk-menjenguk atau tilik dan senam warga menyumbang hingga belasan kasus dalam sepekan terakhir.

Para pasiennya kini ditangani oleh Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro dan sebagian dirawat di sana.

Kepala RSLKC Bambanglipuro Tarsisius Glory menyebut, kedua klaster itu muncul di Kecamatan Bambanglipuro dan Sanden, Kabupaten Bantul.

"Klaster senam berawal dari pelaku perjalanan, warga Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro yang mau ke Kalimantan. Saat harus PCR untuk syarat perjalanan, hasilnya positif pada 29 September lalu," kata Glory saat dihubungi, Kamis (14/10/2021).

Orang-orang terdekat pasien tersebut lantas diperiksa melalui tes PCR. Hasilnya, istri dan mertuanya juga positif terpapar corona awal Oktober kemarin.

"Ibunya istrinya ini sebelum kita tracing, ternyata juga sempat melakukan kegiatan senam di kampung," papar kepala Puskesmas Bambanglipuro itu.

Hasil tracing kemudian mendapati ada 5 peserta senam lainnya yang terpapar Covid-19. Pengembangan setelahnya menemukan 3 kasus baru lagi.

"Total dari klaster senam ini 9 dan semuanya isoman karena tanpa gejala. Ini masih kita kembangkan tracing-nya," tegas Glory.

Glory menjelaskan, dari 11 pasien Covid-19 yang dirawat RSLKC Bambanglipuro saat ini, 8 di antaranya merupakan warga Gokerten, Srigading, Sanden. Mereka sebelumnya sempat menjenguk salah seorang tetangga yang sakit pada Oktober ini.

"Ada orang sakit yang dia nggak tahu sakitnya apa, belum swab tapi ditiliki (dijenguk) orang banyak. Setelah pada pulang, pasien diperiksa lagi, di-swab hasilnya positif," ujar Glory.

Para warga yang sempat menjenguk akhirnya juga harus menjalani tes PCR di Puskesmas Sanden. Mereka yang dinyatakan positif itulah yang kini dirawat di RSLKC Bambanglipuro.

"Yang mondok di RSLKC 8 orang tanpa gejala semua, dan 1 orang isoman. Besok sama puskesmas masih akan tracing lagi 34 orang pemilik riwayat kontak erat," imbuh Glory.

Bagi Glory, kemunculan dua klaster ini membuktikan bahwa potensi penularan Covid-19 masih ada di tengah masyarakat yang tervaksinasi sekalipun. Dia berharap siapa saja agar tak mengabaikan protokol kesehatan selama berkegiatan.

"Jadi dua kasus ini dikatakan klaster, iya. Karena saat kasus melandai, tiba-tiba terjadi lonjakan kasus signifikan. Tapi ini menurut saya bukan serta merta hal buruk, karena puskesmas tidak berdiam diri, namun aktif testing, tracing, dan treatment. Sementara warga juga harus menerapkan 3M," pungkasnya.[]