Olahraga

Klasemen Medali 1 Agustus: Tambah 3 Emas, China Belum Tergeser dari Puncak

Tambahan tiga medali emas China diperoleh dari cabang atletik, bulu tangkis dan diving.


Klasemen Medali 1 Agustus: Tambah 3 Emas, China Belum Tergeser dari Puncak
Chen Yufei (tengah) berhasil meraih emas Olimpiade Tokyo 2020 usai mengalahkan wakil Chinese Taipe, Tai Tzu Ying pada laga yang berlangsung di Musashino Forest Plaza, Minggu (1/8). (MARKETSHOCKERS.COM)

AKURAT.CO, Tambahan tiga medali emas mengantarkan China tetap berada di puncak klasemen perolehan medali sementara Olimpiade Tokyo 2020. Hingga hari ke-10, Minggu (1/8), Negara Tirai Bambu mampu mengoleksi total 24 emas, 14 perak dan 13 perunggu.

Tiga medali emas China disumbangkan dari cabang atletik nomor tolak peluru putri lewat Gong Lijiao, cabang diving nomor 3m springboard putri lewat Shi Tingmao dan terakhir cabang bulu tangkis sektor tunggal putri lewat Chen Yufei.

Amerika Serikat yang sebelumnya berada di urutan ketiga mampu melewati tuan rumah Jepang untuk berada di posisi kedua. Mereka berada di bawah China dengan total 20 emas, 23 Perak dan 16 perunggu.

Tambahan empat medali emas milik AS disumbangkan Xander Schauffele dari cabang golf, dan tiga medali emas dari cabang renang lewat Caeleb Dressel (50 m gaya bebas putra), Robert Finke (1500 m gaya bebas putra) dan nomor 4 x 100 m estafet putra.

Gagal mendapatkan medali emas di harti ke-10, Jepang tertahan di posisi ketiga dengan koleksi 17 emas, lima perak dan sembilan perunggu. Satu tambahan medali perunggu untuk Jepang disumbangkan Kazuma Kaya dari cabang senam lantai dari nomor pommel putra.

Australia berhasil memperbaiki peringkat mereka dengan melewati ROC (Komite Olimpiade Rusia). Negeri Kangguru berhasil menambah empat emas untuk mengantarkan mereka berada di posisi keempat dengan total 14 emas, tiga perak dan 14 perunggu.

ROC sendiri gagal mempertahankan peringkat mereka setelah hanya mampu mengoleksi total 12 emas, 19 perak dan 13 perunggu. Tambahan satu medali emas hari ini disumbangkan Anastasia Pavlyuchenkova/Andrey Rublev dari cabang tenis sektor ganda campuran usai menundukkan kompatriotnya Elena Vesnina/Aslan Karatsev.

Sedangkan Indonesia terus melorot ke posisi 57, atau turun 12 peringkat dari capaian sehari sebelumnya. Peringkat ini berada di bawah capaian tim Merah Putih pada Olimpiade Rio de janeiro 2016 di mana saat itu Indonesia mengakhiri perhelatan di posisi ke-46.

Pun begitu, Indonesia masih berpeluang untuk bisa memperbaiki peringkat di klasemen perolehan medali. Greysia Polii/Apriyani Rahayu memiliki kesempatan untuk bisa menyumbangkan medali emas pertama bagi tim Merah Putih.

Ganda putri terbaik milik Indonesia ini akan berjuang memperebutkan medali emas saat tampil di babak final menghadapi wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Tambahan medali perunggu juga bisa datang dari nomor tunggal putra. Anthony Sinisuka Ginting yang kalah di babak semifinal berpeluang mendapatkan medali perunggu ketika menantang pebulutangkis Guatemala, Kevin Cordon.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan Nurul Akmal yang turun di cabor angkat besi bisa memberikan kejutan dengan menyumbangkan medali di kelas +87kg putri.[]