Ekonomi

Klaim Trump Bahwa AS Memenangkan Perang Dagang Terlalu Berlebihan


Klaim Trump Bahwa AS Memenangkan Perang Dagang Terlalu Berlebihan
Butuh dana USD 15 ribu hingga USD 150 ribu (Rp213,6 juta-Rp2,13 miliar) untuk membeli tiket acara kampanye Donald Trump di California (The Independent)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sering sekali mengklaim bahwa dirinya akan memenangkan perang dagang melawan China.

Trump mengatakan tarif impor terbarunya yang diterapkan pada barang-barang asal China akan memaksa mereka untuk menyetor USD 100 miliar ke Departemen Keuangan AS.

Klaim Trump tersebut dinilai berlebihan oleh beberapa ekonom. Pada kenyataanya ekonomi AS mulai menurun, yang akhirnya memaksa The Fed untuk terus menurunkan suku bunga. Ini semua agar tingkat konsumsi dan perkeja AS dapat terus bertahan di tengah perang dagang.

Menurut perkiraan dari Oxford Economics pengeluaran rumah tangga Amerika akan meningkat sebesar USD 800. Ini disebabkan karena harga barang asal China akan menjadi lebih mahal karena terkena dampak tarif yang lebih tinggi. Ujung-ujungnya tarif yang dikenakan oleh pemerintah AS tersebut akan dibebankan kepada konsumen Amerika.

Menurut Trump kebijakan pengenaan tarif atas produk China tersebut akan memberikan keuntungan bagi AS karena bea masuk tambahan yang sekarang akan mengalir ke Perbendaharaan AS. Namun pengenaan tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang China, justru akan mengurangi pertumbuhan ekonomi AS.

Ekonom Greg Daco di Oxford Economics memperkirakan bahwa tarif yang berlaku sejak tahun lalu menekan produk domestik bruto AS sekitar 0,1 poin persentase tahun ini. Jika China membalas terus menerus, menurut Daco, akan memangkas PDB AS sebesar 0,3 poin persentase tahun depan, biaya ekonomi AS sekitar USD 62 miliar

Tarif yang lebih tinggi akan mendorong PDB AS di bawah 2% dan mengurangi pertumbuhan lapangan kerja sekitar 200.000 pekerjaan, menurut perkiraan Daco.

Jika pemerintah menindaklanjuti ancaman untuk mengenakan tarif 25% pada semua impor yang tersisa dari China, dan mereka membalasnya, Daco memperkirakan bahwa ekonomi AS akan kehilangan sekitar setengah persen dari pertumbuhan PDB.

"Itu akan menelan biaya setiap rumah tangga mendekati USD 800, dan menyebabkan 360.000 pekerja akan kehilangan pekerjaan," ungkap Daco. []