News

Klaim Produknya Mampu Tangkal COVID-19, Perusahaan Baju di Australia Didenda Rp53 Miliar

Sebuah perusahaan baju olahraga di Australia telah didenda Rp53 miliar. Pasalnya, produk bajunya diklaim mampu menghentikan penyebaran COVID-19.


Klaim Produknya Mampu Tangkal COVID-19, Perusahaan Baju di Australia Didenda Rp53 Miliar
Baju olahraga Lorna Jane diklaim menggunakan 'teknologi inovatif' bernama LJ Shield yang mampu mencegah perpindahan semua patogen. (Foto: Lorna Jane via BBC) ()

AKURAT.CO, Sebuah perusahaan baju olahraga di Australia telah didenda 5 juta dolar Australia (Rp53 miliar). Pasalnya, produk bajunya diklaim mampu menghilangkan dan menghentikan penyebaran COVID-19.

Dilansir dari BBC, Lorna Jane mempromosikan bahwa produk bajunya menggunakan 'teknologi inovatif' bernama LJ Shield yang mampu mencegah perpindahan semua patogen. Namun, seorang hakim memutuskan kalau klaim tersebut eksploitatif, menyesatkan, dan berpotensi berbahaya.

Perusahaan itu pun mengaku menerima putusan pengadilan.

Lorna Jane berdalih bahwa mereka telah disesatkan oleh pemasoknya sendiri.

"Pemasok tepercaya menjual produk yang tak berfungsi seperti yang dijanjikan kepada kami. Mereka membuat kami percaya bahwa teknologi di balik LJ Shield sedang dijual di tempat lain di Australia, Amerika Serikat (AS), China, dan Taiwan. Itu adalah antibakteri dan antivirus. Kami percaya bahwa kami memberikan manfaat kepada pelanggan kami," terang Bill Clarkson, kepala eksekutif Lorna Jane.

Klaim Produk Bajunya Mampu Tangkal COVID-19, Perusahaan Australia Ini Didenda Rp53 Miliar - Foto 1
ACCC via BBC

Gugatan tersebut diajukan oleh Komisi Perlindungan Konsumen dan Kompetisi Australia (ACCC) usai Lorna Jane mulai memasarkan produk itu pada Juli lalu di tengah pandemi COVID-19.

Berdasarkan putusan pada Jumat (23/7), Lorna Jane dinyatakan mempromosikan kepada konsumen bahwa ia punya dasar ilmiah atau teknologi yang masuk akal atas klaimnya, padahal sebenarnya tidak ada. Pengadilan lantas mendenda perusahaan karena membuat pernyataan palsu dan menyesatkan konsumen serta terlibat dalam perilaku yang dapat menyesatkan publik.

"Perilaku ini mengerikan karena melibatkan klaim serius tentang kesehatan masyarakat ketika mereka tidak punya dasarnya. Seluruh promosi pemasaran didasarkan pada hasrat konsumen untuk perlindungan yang lebih besar terhadap pandemi global," tutur Ketua ACCC Rod Sims.

Perusahaan juga mengakui bahwa pendirinya sekaligus kepala bidang kreatif, Lorna Jane Clarkson, telah mengesahkan dan menyetujui materi promosi baju olahraga LJ Shield. Ia juga secara pribadi melontarkan sejumlah hoaks dalam siaran pers dan video Instagram.