News

Klaim Jadi Dalang Bom Bunuh Diri Ganda Bandara Kabul, 5 Fakta Penting ISIS-K

ISIS-K telah bertanggung jawab atas ribuan kematian sejak pembentukannya tahun 2015.


Klaim Jadi Dalang Bom Bunuh Diri Ganda Bandara Kabul, 5 Fakta Penting ISIS-K
Sebuah foto propaganda ISIS-K memperlihatkan para pejuang mereka (NYPost)

AKURAT.CO Kelompok yang dikenal sebagai ISIS-K telah lama merencanakan serangan terhadap personel Amerika Serikat (AS) dan lainnya. Itulah salah satu alasan mengapa Presiden Joe Biden mengatakan ingin membatasi durasi penarikan AS dari Afganistan.

Pada hari Kamis (26/8), afiliasi regional Negara Islam (IS) itu akhirnya mengklaim menyerang jantung Kabul, memicu ledakan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai. Serangan itu berhasil menewaskan setidaknya 175 orang, termasuk ratusan warga sipil Afganistan dan 13 anggota militer AS.

Keesokan harinya, AS membalas dengan serangan pesawat tak berawak yang menewaskan dua target ISIS-K yang terlibat dalam serangan bandara, kata Pentagon. Kemudian pada Minggu (29/8), AS kembali meluncurkan dronenya ke sebuah mobil yang dilaporkan menjadi kendaraan bagi para militan ISIS-K untuk melakukan serangan lanjutannya ke bandara. Hingga kini, belum ada konfirmasi soal korban yang tewas dalam serangan anyar AS tersebut. Namun, menurut pemberitaan, sejumlah warga sipil ikut jadi korban, termasuk di antaranya anak-anak.

Baca Juga: Lebih dari 100 Orang Dilaporkan Tewas, 5 Fakta Terbaru Bom Bunuh Diri Bandara Kabul

Lalu siapa ISIS-K sebenarnya? 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Senin (30/8) menghimpun 5 fakta penting ISIS-K, kelompok afiliasi ISIS Afganistan yang mengaku jadi dalang pemboman bandara Kabul.

1. Berdiri sejak tahun 2015

Klaim Jadi Dalang Bom Bunuh Diri Ganda Bandara Kabul, 5 Fakta Penting ISIS-K - Foto 1
 File video CNN

ISIS-K atau lebih tepatnya Negara Islam Provinsi Khorasan merupakan kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di Afganistan dan Pakistan. Khorasan sendiri adalah istilah historis untuk wilayah yang mencakup Afganistan, Pakistan, dan negara-negara sekitarnya saat ini. Kelompok ini juga dikenal sebagai ISIS-K, ISK, atau ISKP.

ISIS-K muncul pada tahun 2015. Ini tidak lama setelah ISIS mengonsolidasikan wilayahnya di Irak dan Suriah serta kekhalifahan yang dideklarisakannya ditumbangkan pasukan koalisi pimpinan AS.

Anggota pendiri ISIS-K termasuk para militan yang membelot dari Taliban Afganistan dan Taliban Pakistan.