Ekonomi

KKP Tangani Empat Penyu Sitaan Perdagangan Ilegal di Bali

KKP melakukan penanganan terhadap empat penyu hijau hasil sitaan upaya perdagangan ilegal yang berhasil digagalkan oleh petugas Polres Jembrana di Bali


KKP Tangani Empat Penyu Sitaan Perdagangan Ilegal di Bali
Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar melakukan penanganan terhadap empat penyu hijau hasil sitaan upaya perdagangan ilegal yang berhasil digagalkan oleh petugas Polres Jembrana di Bali.

"Penjualan penyu termasuk praktik yang bertentangan dengan aturan yang ada. Saya apresiasi kepada tim yang bergerak cepat menangani kejadian ini dan berharap tidak terulang kembali di kemudian hari," kata Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Tb Haeru Rahayu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/5/2021).

Ia memaparkan, upaya perdagangan ilegal penyu tersebut digagalkan oleh Polres Jembrana di Dusun Pebuahan, Kabupaten Jembrana, beberapa waktu lalu. Kemudian Tim Respon Cepat BPSPL Denpasar bersama tim Flying Vet segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan penyu sitaan tersebut.

Tb. Haeru Rahayu menjelaskan bahwa penyu merupakan biota laut yang dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Hal ini juga diperkuat dengan dikeluarkannya Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 526/MEN-KP/VIII/2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya. Artinya segala bentuk pemanfaatan penyu baik dalam keadaan hidup, mati maupun pemanfaatan bagian tubuhnya dilarang.

Sementara itu, Kepala BPSPL Denpasar, Permana Yudiarso menerangkan bahwa empat ekor penyu hijau ini merupakan penyu hasil sitaan Polres Jembrana dari upaya penjualan yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga.

"Belum diketahui motif penjualannya. Setelah penjualan penyu berhasil digagalkan oleh Polres Jembrana, untuk sementara empat penyu hijau dievakuasi ke Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih Perancak untuk dilakukan pengecekan oleh tim dokter hewan," terang Yudi dilansir dari Antara.

Tim BPSPL Denpasar menindaklanjuti informasi tersebut dengan berkoordinasi dan langsung bergerak bersama dengan Tim Flying Vet menuju ke Penangkaran Kurma Asih yang berlokasi di Desa Perancak, Jembrana.

Di lokasi tim bertemu langsung dengan PSDKP Pengambengan, Tim Flying Vet Kedokteran Hewan dan Bapak Anom Kurma Asih (Kelompok Kurma Asih) guna melakukan pengecekan kondisi tubuh 4 ekor penyu hijau.

Sumber: Antara

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co