Ekonomi

KKP Sebut Belatung Jadi Inovasi Pakan Ikan Mandiri

Keunggulan maggot atau belatung sebagai bahan baku pakan ikan mandiri yang diyakini merupakan salah satu inovasi yang layak dikembangkan


KKP Sebut Belatung Jadi Inovasi Pakan Ikan Mandiri
Ilustrasi belatung (INSTAGRAM/kang.ageng)

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan keunggulan maggot atau belatung sebagai bahan baku pakan ikan mandiri yang diyakini merupakan salah satu inovasi yang layak dikembangkan oleh berbagai pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan.

"Arahan Bapak Menteri (Kelautan dan Perikanan) Trenggono jelas, yakni mendorong untuk memaksimalkan keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budi daya agar menghasilkan inovasi-inovasi teknologi yang bernilai ekonomi, serta bisa diaplikasi dan ditiru oleh masyarakat," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto lewat keterangan tertulisnya, Minggu (2/5/2021).

Slamet memaparkan salah satu terobosan terkait perikanan budi daya, khususnya dalam pengembangan pakan mandiri, adalah seperti yang telah dilakukan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

Ia mengemukakan mengenai upaya inovasi yang telah dilakukan oleh BBPBAP Jepara yaitu instalasi budi daya maggot yang telah dikunjungi dan dilihat langsung oleh Menteri Trenggono, beberapa waktu lalu.

"Beberapa keunggulan maggot di antaranya memiliki kandungan protein 40-48% dan lemak 25-32%, produksi maggot tidak membutuhkan air, listrik, dan bahan kimia serta infrastruktur yang digunakan relatif sederhana, sehingga teknologi produksi maggot dapat diadopsi dengan mudah oleh masyarakat," paparnya.

Maggot, menurut dia, mempunyai peluang digunakan sebagai bahan baku alternatif pakan ikan dan dapat diproses menjadi tepung maggot (mag meal) sehingga dapat menekan biaya produksi pakan.

Selain itu, lanjutnya, maggot mampu mendegradasi limbah organik menjadi material nutrisi lainnya.

"Bisa dibayangkan jika semua pembudidaya mampu menghasilkan budi daya maggot, maka bukan hanya nilai ekonomi yang didapatkan, tapi secara langsung kita berperan dalam penyelamatan bumi dari masalah limbah organik," papar Slamet.

Ia mengutarakan harapannya agar melalui inovasi teknologi BBPBAP Jepara seperti budi daya maggot ini ke depannya dapat memudahkan perputaran ekonomi masyarakat pembudidaya dalam usaha budi daya yang berkelanjutan serta diharapkan dapat memberikan multiplier effect (efek berganda) terhadap perekonomian bagi masyarakat daerah.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co