Ekonomi

KKP Kawal Ekspor 1.000 Lintah Hidup Masuk Pasar Malaysia

KKP Kawal Ekspor 1.000 Lintah Hidup Masuk Pasar Malaysia
Ilustrasi Lintah (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sukses mengawal ekspor 1.000 Lintah Hidup (Hirudo medicinalis) ke Malaysia. Ekspor perdana komoditas ini dilakukan oleh Sultan Lintah, UKM asal Bengkulu yang berhasil membangun pangsa pasar lintah dengan buyer dari Malaysia.

"Ini komoditas unik dan ternyata pasarnya ada, tentu ekspor perdana ini menunjukkan potensi dan peluang Indonesia," kata Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bengkulu, Sugeng Prayogo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/9/2022).

Sebelum dikirim ke Negeri Jiran, Sugeng menyebut jajaran BKIPM Bengkulu telah menerbitkan sertifikat Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) hingga bisa diterima di Malaysia.

baca juga:

"Tentu kita lakukan pengecekan kualitas dan mutu produk sebelum dikirim agar tidak terjadi penolakan di negara tujuan. Dan Alhamdulillah, lintah hidup sudah dikirim Rabu kemarin," tuturnya.

Sugeng berharap ekspor ini menjadi langkah awal yang baik bagi Provinsi Bengkulu untuk dapat memasarkan produk-produk Bengkulu  ke luar negeri. Dia pun mendorong agar pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menjaga sekaligus meningkatkan ekspor tersebut.

"Langkah selanjutnya tentunya adalah bagaimana kita meningkatkan jumlah ekspor dan memperluas pasar," sambungnya.

Sebagai informasi, ekspor ini terwujud dari hasil kerja keras dan sinergitas bersama Bea Cukai Bengkulu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bengkulu, Maskapai Garuda Indonesia dan Angkasa Pura II Bengkulu. Seremoni ekspor perdana lintah hidup dilaksanakan di cargo bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan pentingnya peran unit pelaksana teknis (UPT). Menurutnya, keberadaan UPT menjadi salah satu bentuk kehadiran negara bagi masyarakat di daerah.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi