Ekonomi

Pemerintah Ingatkan Pelaku Usaha Geber Mutu Produk Ekspor Perikanan

KKP terus-menerus mengingatkan pelaku usaha agar dapat meningkatkan mutu produk ekspor sektor kelautan dan perikanan


Pemerintah Ingatkan Pelaku Usaha Geber Mutu Produk Ekspor Perikanan
Aktifitas perdagangan ikan di kawasan Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta, Jumat (22/2/2109). Pasar Ikan Modern Muara Baru yang memiliki luas 9.856 meter persegi tersebut mulai ditempati pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Pelelangan Ikan (PPI) sejak Sabtu (16/2) lalu. (AKURAT.CO/Dharma WIjayanto)

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus-menerus mengingatkan pelaku usaha agar dapat meningkatkan mutu produk ekspor sektor kelautan dan perikanan mereka agar tidak menghadapi penolakan produk perikanan Indonesia di pasar global.

"Jaminan mutu ini penting sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pasar dunia terhadap produk perikanan Indonesia," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, dalam rilis di Jakarta, Sabtu (8/5/2021).

Ia mengingatkan Indonesia termasuk dalam jajaran negara pengekspor produk perikanan terbesar di dunia, dengan total ekspor produk perikanan tahun 2020 mencapai US$5,2 miliar. Di mana US$4,84 miliar di antaranya berasal dari ikan konsumsi.

Selain itu, ujar dia, pada periode Januari-Maret 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai US$1,27, dengan negara tujuan ekspor utama RI adalah Amerika Serikat, China, ASEAN, Uni Eropa, dan negara-negara yang terletak di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data tahun 2020, sebanyak 2.191 unit pengolahan ikan (UPI) juga telah menembus ekspor ke 157 negara mitra dengan komoditas ekspor utamanya meliputi udang, tuna-cakalang-tongkol, cumi, kepiting-rajungan, rumput laut, dan ikan layur.

"Namun demikian, di balik tingginya data ekspor tersebut, pelaku eksportir produk perikanan Indonesia kerap kali menerima penolakan produk karena tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan negara tujuan ekspor. Menurut data US Food and Drug Administration (FDA) per Desember 2020, pada tahun 2020 terdapat 97 kasus penolakan ekspor perikanan dari Indonesia," katanya dilansir dari Antara.

Sjarief menegaskan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah mengingatkan pentingnya jaminan mutu produk ekspor perikanan Indonesia, karena menentukan daya saing di pasar dunia.

Karena itu, lanjutnya, harus benar-benar diperhatikan agar ekspor produk perikanan Indonesia terus meningkat di tengah pandemi.

"Harus dipastikan bahwa customer akan menerima produk berkualitas, bermutu baik, tidak tercemari kontaminan kimia, biologi, maupun fisik yang dapat mengganggu perdagangannya," ujar Syarief.

Sumber: Antara

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co