News

KJRI Jeddah: Pintu Masuk Ibadah Umrah bagi Jemaah RI Belum Dibuka

KJRI Jeddah mengungkapkan kondisi sebenarnya terkait isu dibukanya pintu umrah bagi jemaah Indonesia.


KJRI Jeddah: Pintu Masuk Ibadah Umrah bagi Jemaah RI Belum Dibuka
Kelompok jamaah umrah Fase I, diizinkan masuk kompleks masjid dengan syarat mempraktikkan jarak sosial selama melakukan ibadah. ( Reuters via gulfnews.com)

AKURAT.CO Konsul Jenderal RI (KJRI) Jeddah Eko Hartono mengungkapkan kondisi sebenarnya terkait isu dibukanya pintu umrah bagi jemaah Indonesia. Menurut dia, sejatinya, pemerintah Arab Saudi belum membuka pintu bagi kedatangan jemaah umrah asal Indonesia.

"Sebenarnya sekarang ini belum boleh. Belum bisa kalau kita akan melakukan ibadah umrah. Walaupun dengan karantina lima hari," katanya dalam webinar yang diselenggarakan KCP-PEN, Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Dia menerangkan, aplikasi umrah untuk jemaah Indonesia belum dibuka oleh pemerintah Arab Saudi. Karenanya, tak mungkin jemaah Indonesia bisa masuk ke Arab Saudi bila pemerintah kerajaan Arab Saudi belum membuka akses masuk.

"Kenapa belum dibuka? Bahwa sekarang ini aplikasi umrah untuk Indonesia itu belum dibuka. Jadi bagaimana kita bisa masuk ke Arab Saudi untuk umrah kalau visanya belum dibuka. Jadi, teman-teman (perusahaan) travel juga tidak akan bisa mengakses itu," ungkapnya.

Maka dari itu, dia berharap masyarakat muslim Indonesia untuk bersabar. Pemerintah akan terus berupaya membangun kesepakatan dengan bilateral terkait isu penyelenggaraan umrah bagi jemaah haji Indonesia. 

"Jadi mohon ditunggu sebentar, mohon ditunggu dulu sampai nanti ada kesepakatan bilateral mengenai kegiatan umrah ini. Sehingga nanti para jemaah bisa berangkat," ujarnya.

Dia juga tak bisa memastikan waktu pasti kedua negara berakhir dan mencapai kesepakatan. Sebab, banyak hal-hal teknis yang membuat kedua negara harus terus membicarakan dan mencari jalan keluar agar jemaah asal Indonesia bisa masuk.

"Masih belum bisa dipastikan kapan kira-kira pembicaraan itu akan selesai dan kapan kira-kira jemaah kita bisa masuk ke Saudi. Karena memang ya teknis ya. Kan pembicaraan sangat dinamis di lapangan," katanya.

Sebelumnya, Eko membantah surat dari Keduataan Besar Arab Saudi ke Menlu Retno Marsudi merupakan buah kesepakatan diplomatik. Surat itu, kata dia, hanyalah pemberitahuan. Artinya, bukan nota kesepakatan.