Rahmah

Kisah Zainab Ats Tsaqafiyah, Wanita Kaya Raya dan Istri Abdullah bin Mas'ud yang Sederhana

Zainab bersedia dinikahi Ibnu Mas’ud, karena ia menyadari kekayaan dan kebangsawanannya belum tentu bisa menjamin keselamatannya di akhirat kelak.


Kisah Zainab Ats Tsaqafiyah, Wanita Kaya Raya dan Istri Abdullah bin Mas'ud yang Sederhana
Ilustrasi Wanita Berhijab (Mediajabar)

AKURAT.CO Salah satu bangsawan wanita kaya raya dari kabilah Bani Tsaqif di Thaif adalah Zainab Ats Tsaqafiyah. Beliau merupakan istri dari Abdullah bin Mas'ud, sabahat Rasulullah SAW yang dulunya hanya seorang penggembala kambing.

Akan tetapi, Islam telah memuliakan Abdullah bin Mas'ud dengan kemampuannya dalam membaca Al-Qur'an. Rasulullah SAW pun memuji bacaan Abdullah bin Mas'ud tepat seperti ketika Al-Qur'an diturunkan. Meski begitu, seorang Abdullah bin Mas'ud tetaplah sabahat dari kalangan biasa dan hidupnya berkekurangan. Kondisi fisiknya pun diketahui memiliki kekurangan.

Meski dalam derajat duniawi yang begitu jauh dengan Zainab, namun hal tersebut tidak membuat Zainab menolaknya. Zainab bersedia dinikahi Ibnu Mas’ud, karena ia menyadari kekayaan dan kebangsawanannya belum tentu bisa menjamin keselamatannya di akhirat kelak.

Dengan menjadi istri dan pendamping seorang sahabat yang begitu dimuliakan Rasulullah SAW, ia yakin akan memperoleh ‘freepass’ masuk surga. Dengan catatan harus ikhlas mengabdi kepada suaminya tersebut.

Suatu hari, Zainab mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Wahai kaum wanita, bersedekahlah kamu sekalian, walaupun harus dengan perhiasanmu…!!"

Pada saat tiba di rumah dan bertemu dengan suaminya, ia menceritakan sabda Nabi SAW tersebut dan berkata, "Sesungguhnya engkau adalah orang yang tidak mampu, tolong datang dan tanyakan kepada Rasulullah SAW, apa boleh aku bersedekah kepadamu, jika tidak boleh, aku akan memberikannya kepada orang lain…!!"

Namun Ibnu Mas'ud merasa tidak enak dan malu menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW. Karena ia dalam posisi berhak tidaknya menerima sedekah dari istrinya sendiri. Ditambah lagi ia mempunyai kedekatan khusus dengan beliau. Karena itu ia berkata kepada istrinya, "Kamu sendiri saja yang datang kepada beliau dan menanyakannya…!!"

Dengan perintah atau ijin suaminya tersebut, Zainab datang ke rumah Rasulullah SAW. Setibanya di kediaman Rasulullah SAW, ia melihat seorang wanita Anshar yang sedang menunggu Rasulullah SAW dengan tujuan ingin menanyakan sesuatu yang sama seperti dirinya.

Seperti telah memperoleh isyarat, Rasulullah SAW memerintahkan Bilal keluar menemui dua wanita tersebut, dan Zainab berkata, "Wahai Bilal, sampaikan kepada Rasulullah SAW, dua orang wanita menanyakan kepada kepada beliau, apa boleh kami memberikan shadaqah kami kepada suami dan anak-anak yatim yang kami asuh? Tetapi, tolong jangan dijelaskan siapa kami!!"

Bilal masuk kembali menemui beliau dan menyampaikan pertanyaan mereka berdua. Tetapi Rasulullah SAW justru menanyakan identitas mereka berdua sehingga Bilal tidak mungkin menyembunyikannya, ia berkata, "Seorang wanita Anshar dan Zainab, ya Rasulullah!!"

"Zainab yang mana?" Tanya Nabi SAW.

"Istri Abdullah bin Mas'ud," jawab Bilal.

Hingga kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Jika itu yang dilakukannya, kedua wanita tersebut akan mendapat dua macam pahala, pahala membantu kerabatnya, dan pahala shadaqah….!!"

Bilal menyampaikan jawaban Rasulullah SAW kepada mereka. Hal itu tentu saja membuat Zainab beserta wanita Anshar tersebut sangat gembira. Ternyata Ijtihad mereka tentang shadaqah dibenarkan beliau Rasulallah SAW, bahkan memperoleh pahala berlipat ganda. Subhanallah. []