Rahmah

Kisah Wasiat Terakhir Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz bukahlah orang yang bergelimang harta untuk diwariskan kepada orang-orang yang ditinggal, kendati ia menjabat sebagai khalifah.


Kisah Wasiat Terakhir Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Makam Umar bin Abdul Aziz (www.alquds.co.uk)

AKURAT.CO Karena sifat adil yang diberikan kepada rakyatnya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz ini sampai dijuluki khulafaur rasyidin kelima setelah Ali. Pemimpin dari Bani Umayyah ini banyak memilki teladan sepanjang hidupnya, bahkan sampai jelang kewafatan.

Dikisahkan, pada 25 Rajab tahun 101 H khalifah kedelapan Dinasti Umayyah ini wafat di Deir Sam’an yang termasuk wilayah Provinsi Homs, Suriah. Kepergiannya meninggalkan empat belas putra. Kursi khalifah setelahnya kemudian digantikan sepupunya, Yazid bin Abdul Malik.

Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Niahayah melaporkan, penyebab kematiannya adalah karena mengidap Tuberkulosis (TBC). Sebagian sejarawan mengatakan karena diracun oleh salah seorang hamba sahaya miliknya.

baca juga:

Ibnu Katsir menceritakan, hanya karena iming-iming uang seribu dinar, seorang hamba sahaya rela meracuni Umar melalui makanan atau minuman yang dihidangkannya. Sebelum meninggal, Umar bertanya kepada si budak, “Celaka! Apa yang mendorongmu untuk melakukan ini?”

Budak mengaku, “Aku dibayar seribu dinar untuk ini dan dijanjikan kebebasan.” Meski demikian, Umar sedikit pun tak marah. Ia justru menyuruh budak tersebut agar melarikan diri supaya nyawanya selamat. “Pergilah supaya tidak ada orang yang melihatmu dan nyawamu aman,” pinta Umar.

Sebelum menghebuskan napas terakhir, Umar meninggalkan wasiat. Dikisahkan, seseorang berkata padanya, “Itu mereka anak-anakmu (ada dua belas). Sampaikanlah wasiat terakhir pada mereka, sungguh mereka semua adalah orang-orang yang fakir.”

Kemudian Umar membaca Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 196 yang berbunyi:

 إِنَّ وَلِـِّۧيَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡكِتَٰبَۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّٰلِحِينَ

Artinya: “Sesungguhnya pelindungku ialah Yang telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Dia melindungi orang-orang yang shalih.” (QS. Al-A’raf [7]: 196)

“Demi Allah, aku tidak akan memberikan hak orang lain untuk anak-anakku. Tinggal mereka memilih, mau menjadi orang salih atau sebaliknya. Jika menjadi orang shalih, maka Allah akan menjaganya. Tapi jika tidak, aku tidak akan menjamin mereka selamat dari perbuatan maksiat,” kata Umar menandaskan. 

Dari wasiat terakhirnya ini, tampak Umar bukahlah orang yang bergelimang harta untuk diwariskan kepada orang-orang yang ditinggal, kendati ia menjabat sebagai khalifah. Memang, semasa hidupnya ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang zuhud.[]

Sumber: NU Online