News

Kisah Wanita Makassar Dilamar dengan Dua Keping Bitcoin, Nilainya Capai Rp1,7 M

Kisah Wanita Makassar Dilamar dengan Dua Keping Bitcoin, Nilainya Capai Rp1,7 M


Kisah Wanita Makassar Dilamar dengan Dua Keping Bitcoin, Nilainya Capai Rp1,7 M
Lamar pakai Bitcoin (Facebook/Mismaya Alkhaerat)

AKURAT.CO, Dalam sebuah hubungan asmara, pernikahan adalah salah satu momen yang paling spesial. Dari berbagai elemen yang ada dalam sebuah pernikahan, seserahan atau mahar menjadi salah satu elemen paling penting. Tak heran jika elemen ini sering dibuat dengan cara yang kreatif dan berbeda, seperti halnya yang dilakukan oleh pasangan dari Sulawesi Selatan dan Riau berikut.

Mahar atau seserahan biasanya berupa uang tunai atau bahkan seperangkat alat salat. Beberapa waktu lalu, dengan meningkatnya kebutuhan digital, sepasang suami-istri menjadikan saldo GoPay sebagai maharnya. Kini, sepasang kekasih memilih menjadikan mata uang digital Bitcoin sebagai mahar dalam pernikahannya.

Pemuda asal Kabupaten Bengkalis, Riau, bernama Raja Muhammad Hasbi melamar kekasihnya yang bernama Bau Tenri Abeng yang berasal dari Desa Singa, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dengan mas kawin berupa dua keping bitcoin.

Disampaikan oleh Mismaya yang berperan sebagai pembawa acara, prosesi lamaran yang diunggah di akun Facebook Mismaya Alkhaerat pada 6 April 2021 lalu ini digelar di Makassar. Dalam acara tersebut sang mempelai pria, Raja Muhammad Hasbi membawa uang panai berupa dua keping Bitcoin dengan nilai total mencapai Rp1,7 miliar.

"Iya, Kak Tenri dilamar dengan dua bitcoin sebagai panai. Satu bitcoin harganya Rp 800 juta, selain itu mahar tiga keping logam mulia, satu stel emas, dan seperangkat alat salat," jelas Mismaya.

Uang panai adalah uang belanja yang diberikan kepada calon mempelai wanita dari mempelai pria yang hingga kini telah menjadi tradisi adat suku Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan. Uang ini dibawa ketika mempelai pria datang melamar. Selain itu, uang ini juga di luar mas kawin atau mahar.

Sebelumnya, sang mempelai wanita sudah mengenal Bitcoin sejak tahun 2019 lalu. Setelah mengenal Raja sekitar 17 bulan, akhirnya Tenri bersedia menikah dengan Raja. Namun, Tenri mengaku bahwa dirinya minta dilamar dengan bitcoin karena nilai Bitcoin yang terus naik. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu