Rahmah

Kisah Wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Sang Khalifah Pertama yang Tegas dan Berani

Abu Bakar wafat pada Senin malam, 21 Jumadil Akhir tahun ke-13 H. Ia meninggal di usia yang sama dengan Nabi Muhammad, yaitu 63 tahun. 


Kisah Wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Sang Khalifah Pertama yang Tegas dan Berani
Kaligrafi Abu Bakar (NU Online)

AKURAT.CO Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan sahabat yang termasuk dalam golongan As-Sabiqun Al-Awwalun (orang-orang yang paling awal masuk Islam). Selain itu, Abu Bakar adalah sahabat yang melanjutkan estafet perjuangan Islam sebagai seorang Khalifah setelah Rasulullah SAW wafat.

Dalam perjalanan hidupnya, Abu Bakar merupakan seorang pedagang pada masa jahiliyah. Sementara kisah ke-Islamannya terjadi setelah mengalami mimpi unik di Syam.

Dalam mimpinya itu, Abu Bakar melihat matahari dan bulan berada dalam pangkuannya. Sang Khalifah lalu mengambil keduanya dengan tangan, kemudian dipeluk di dadanya, dan memakaikan jubah miliknya kepada matahari serta bulan tersebut.

baca juga:

Kisah Wafatnya Abu Bakar

Dilansir dari NU Online, Abu Bakar wafat pada Senin malam, 21 Jumadil Akhir tahun ke-13 H atau bertepatan dengan 22 Agustus 634 M. Ia meninggal di usia yang sama dengan Nabi Muhammad, yaitu 63 tahun. 

Diketahui, Abu Bakar  mengalami sakit demam beberapa hari sebelum wafat. Dia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada sore hari, setelah matahari terbenam. 

Abu Bakar dimakamkan pada malam hari di samping makam Nabi Muhammad SAW.  Sebelum wafat, Abu Bakar berwasiat agar dikafani dengan pakaian yang biasa dipakainya sehari-hari dan dimandikan oleh istrinya, Asma binti Umais, dan anaknya, Abdur Rahman. Adalah Aisyah yang mendampingi Abu Bakar di akhir-akhir hidupnya.

Sebelum wafat, Abu Bakar meminta agar anaknya itu menyerahkan seorang hamba sahaya, unta penyiram tanaman, sepotong kain, unta penghasil susu, dan wadah untuk mencelup makanan kepada Umar bin Khattab ketika dirinya wafat. Oleh karena itu, Aisyah langsung memberikan itu semua kepada Umar sesaat setelah sang ayahanda wafat.

Di akhir-akhir hayatnya, Abu Bakar kepikiran dengan umat Islam dan siapa yang akan menjadi penggantinya. Setelah berdiskusi dengan sahabat-sahabat besar, Abu Bakar akhirnya berwasiat bahwa yang akan menggantikannya sebagai khalifah adalah Umar bin Khattab.   

Kemudian, Abu Bakar meminta untuk mengembalikan uang yang diterimanya sebagai khalifah ke baitul mal. Hal tersebut dilakukan agar Abu Bakar benar-benar bersih dari segala urusan dunia ketika meninggal dunia. Wallahu A'lam Bishawab. []