Ekonomi

Kisah Utang Negara: Italia, Negara Eropa Peringkat ke-2 Utang Tertinggi

Italia menjadi salah satu negara dengan utang tertinggi di dunia mencapai 159 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB di tahun 2021.


Kisah Utang Negara: Italia, Negara Eropa Peringkat ke-2 Utang Tertinggi
Ilustrasi Utang (Dokumentasi)

AKURAT.CO, Italia menjadi salah satu negara dengan utang tertinggi di dunia mencapai 159 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB di tahun 2021. Tercatat di tahun itu, jika dihitung dalam dolar AS mencapai 2,81 triliun, dikutip laman Statista.

Dilansir Visual Capitalist, Italia pada 2021 menempati peringkat keenam dalam daftar negara pemilik utang tertinggi di dunia setelah Tanjung Verde.

Utang pemerintah Italia yang tercatat pada tahun tersebut adalah hasil panjang dari kondisi dan situasi ekonomi --dan bahkan politik-- negara. Sejak tahun 2010, permasalahan eknomi Italia mulai tampak.

baca juga:

Italia mengalami defisit 4,6 persen dari GDP di tahun 2010. Di tahun ini, utang pemerintah mencapai hampir 120 persen terhadap GDP atau senilai 2,4 triliun dolar AS. Situasi ini membawa ketidakpastian dan risiko terhadap aset yang dimiliki oleh para investor.

Bulan September 2011, pemerintah Italia merumuskan langkah-langkah penghematan. Targetnya, Roma bisa menghemat 124 miliar euro.

Pada November 2011 imbal hasil obligasi Italia adalah 6,74 persen untuk obligasi 10 tahun. Biaya pinjaman 10 tahun Italia turun tajam dari 7,5 persen menjadi 6,7 persen setelah legislatif Italia menyetujui langkah-langkah penghematan lebih lanjut.

Lebih dari itu, di tahun 2012 Italia merosot lebih jauh ke dalam resesi. Ini merupakan kontraksi ekonomi tertajamnya selama tiga tahun. Krisis ini mampu menggulingkan Silvio Berlusconi, pemimpin veteran yang mendominasi politik Italia selama dua dekade.

Kejatuhan Berlusconi dipicu langsung oleh imbal hasil obligasi Italia yang melonjak, yang memasuki zona bahaya 7 persen. Ditambah pasar yang masih gelisah dengan utang publik Italia yang naik menjadi 1,9 triliun euro atau sekitar 120 persen dari PDB pada akhir 2011.

Pemerintah Berlusconi telah mengadopsi paket penghematan pada Juli 2011, yang menampilkan penghematan senilai 70 miliar euro. Ini termasuk kenaikan biaya perawatan kesehatan, dan pemotongan subsidi daerah, tunjangan pajak keluarga dan pensiun mereka yang berpenghasilan tinggi.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi