Rahmah

Kisah Unik Ketika Pohon Bersujud Kepada Rasulullah SAW

Ketika Muhammad berjalan selain dinaungi awan, pohon yang sebelumnya menaungi orang Quraisy di tempat duduknya, tiba-tiba saja pohon-pohon itu beralih menaungi Muhammad.


Kisah Unik Ketika Pohon Bersujud Kepada Rasulullah SAW
Pohon yang menaungi Nabi Muhammad SAW (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Dahulu, sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul terakhir, beliau sering diajak pergi untuk berdagang oleh pamannya, Abu Thalib. Suatu hari, Abu Thalib pergi ke Syam untuk berdagang. Ia mengajak Baginda Nabi yang kala itu masih berusia sangat muda dan juga beberapa pemuka Quraisy lainnya.

Dalam perjalanan menuju Syam, tepat berada di suatu tempat, mereka singgah di sebuah rumah rahib untuk beristirahat. Sang rahib pun menerima tamunya dengan suka cita. Setelah meletakkan perbekalan, rahib keluar untuk menemui mereka.

Sang rahib menuju tamunya, diamati satu persatu dan tepat di hadapan Baginda Nabi Muhammad SAW rahib tersebut berhenti sejenak lalu memegang tangannya sambil berkata, "inilah penghulu alam semesta, inilah utusan Rabb alam semesta, dia diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi alam semesta,”.

”Apa yang Anda ketahui tentang hal ini?” tanya paman Nabi Abu Thalib.

Sang rahib menjawab, "Sesungguhnya ketika kalian muncul dan naik bebukitan, tidak ada satupun dari bebatuan dan pohon-pohon melainkan bersujud kepadanya dan mereka tidak akan bersujud kecuali kepada seorang Nabi. Dialah Nabi yang lama dinanti,”.

"Apa artinya semua itu?” tanya seorang Quraisy yang berada di dalam pendopo. "Sesungguhnya aku dapat mengetahuinya melalui tanda kenabian yang terletak pada bagian bawah tulang rawan di pundaknya yang mirip buah apel,” kata sang Rahib.

Sang rahib pun kemudian membuatkan makanan sebagai perbekalan bagi mereka. Setelah itu, Baginda Nabi Muhammad SAW dipanggil untuk menemui rahib itu.

Pada saat itu pula, ketika Rasulullah SAW berjalan, tiba-tiba saja awan menaungi beliau. Rahib pun semakin yakin dengan kenabian Muhammad SAW. Bukan hanya dinaungi awan, pohon yang sebelumnya menaungi orang Quraisy di tempat duduknya, juga tiba-tiba beralih menaungi beliau ketika Baginda Nabi Muhammad SAW berjalan. Semua yang ada disitu dibuat takjub dengan apa yang sedang terjadi.

"Lihatlah, naungan pohon ini pinda kepadanya,” kata si rahib. "Bukankah ini suatu mukjizat dan bukan sihir?” si rahib melanjutkan.[]