Rahmah

Kisah Ummu Kultsum Putri Abu Bakar Ash-Shiddiq

Ummu Kultsum pernah membuat Umar bin Khattab jatuh hati padanya


Kisah Ummu Kultsum Putri Abu Bakar Ash-Shiddiq
Ilustrasi wanita muslimah (pixabay.com/andreas160578)

AKURAT.CO Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, demikianlah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan sosok Ummu Kultsum putri khulafaur rasyidin pertama Abu Bakar ash-Shiddiq. Nama lengkapnya adalah Ummu Kultsum binti Abu Bakar ash-Shiddiq al-Qurasyiyah at-Taimiyah.

Ibunya bernama Habibah binti Kharijah, masih saudari dari Zaid bin Kharijah. Ummu Kultsum bukan termasuk sahabat Nabi karena ia lahir setelah Rasulullah wafat. Ia juga lahir saat ayahnya, Abu Bakar, sudah tiada.

Menjelang kewafatannya, Abu Bakar berkata, “Aku yakin bayi yang sedang dikandung putri Kharijah adalah bayi perempuan.” Benar saja istrinya melahirkan seorang anak perempuan.

baca juga:

Setelah dewasa Ummu Kultsum menikah dengan Talhah bin Ubaidillah. Dari pasangan ini lahir dua anak yang diberi nama Zakariya dan Yusuf. Sayang, Yusuf meninggal saat usianya masih kecil.

Rupanya Ummu Kultsum pernah membuat Umar bin Khattab jatuh hati padanya. Dikisahkan, sekali waktu Umar melamar putri Abu Bakar itu melalui Aisyah. Tapi kemudian Ummu Kultsum menolak lamaran itu dengan alasan usianya masih kecil dan terpaut jauh dibanding Umar.

Meriwayatkan hadis

Ummu Kultsum juga memiliki kontribusi dalam penyebaran ilmu agama. Sebab ia pernah meriwayatkan hadis. Salah satunya adalah hadis di bawah ini.

Dari Ummu Kultsum binti Abu Bakar, dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkannya sebuah doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

Artinya, “Ya Allah, saya memohon kepadaku semua kebaikan yang disegerakan maupun yang ditunda. Apa yang saya ketahui maupun tidak saya ketahui. Saya berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, baik yang disegerakan maupun yang ditunda, yang saya ketahui maupun yang tidak saya ketahui.”

Sumber: Kisahmuslim