News

Kisah Tsa'labah yang Memaksa Rasulullah Mendoakannya Jadi Kaya Raya


Kisah Tsa'labah yang Memaksa Rasulullah Mendoakannya Jadi Kaya Raya
Ilustrasi (pixabay.com)

AKURAT.CO, Dahulu kala, hiduplah Tsa'labah yang merupakan bagian dari kaum Anshar. Ia hidup dalam jeratan kemiskinan. Meski dalam keadaan miskin, Tsa'labah dikenal sebagai orang yang tetap beriman kepada Allah Swt dan Rasulullah saw.

Hingga suatu ketika, saat Tsa'labah mulai muak dengan kemiskinan yang dialaminya, ia membujuk Rasulullah agar mendoakannya menjadi orang yang kaya raya. Tsa'labah berkata, "Wahai Rasulullah, doakanlah aku agar Allah melimpahkan harta yang banyak."

Namun permintaan Tsa'labah tersebut ditolak mentah-mentah oleh Rasulullah saw. Rasul menjawab, "Wahai Tsa’labah, sesungguhnya sedikit jasa sesuatu yang bisa engkau syukuri jauh lebih baik daripada yang banyak namun tidak mampu engkau syukuri. Bukankah engkau memiliki suri tauladan dari Rasulullah (yang tidak hidup dengan harta berlimpah?) Demi Zat yang jiwaku berada ditangan-Nya, jika aku menginginkan gunung berubah menjadi emas dan perak maka semua itu akan terjadi."

Mendapat jawaban demikian, Tsa’labah kecewa, namun tetap tidak mengurungkan niatnya. Tsa’labah terus mendesak Rasulullah agar mendoakannya menjadi orang kaya.

Rasulullah paham benar bahwa seseorang bisa lalai karena harta dunia sehingga jika Rasul mendoakannya, ditakutkan Tsa’labah akan ingkar kepada Allah.

Tsa’labah yang saat itu sangat berambisi menjadi orang kaya akhirnya mampu meluluhkan hati Rasulullah dengan sebuah janji bahwa ia akan tetap istikamah di jalan Allah. Akhirnya Rasulullah saw mendoakannya dan dimilikilah seekor kambing oleh Tsa’labah.

Hari demi hari kemudian dilalui Tsa’labah dengan kesibukan merawat dan mengembangbiakkan kambingnya. Berkat keuletannya, kambingnya pun bertambah banyak hingga membuat kota Madinah sesak dipenuhi kambing. Menyikapi keadaan tersebut, Tsa’labah memindahkan tempat gembala kambing-kambingnya di sebuah lembah luar kota Madinah.

Tsa’labah yang semakin sibuk mengurus kambing-kambingnya akhirnya perlahan mulai meninggalkan salat. Bahkan ketika salah seorang utusan Rasulullah mendatanginya untuk meminta zakat dari Tsa’labah, ia menolaknya dengan dalih zakat hanyalah pajak belaka.

Utusan Rasulullah itu lalu menyampaikan apa yang dikatakan Tsa’labah hingga membuat Rasulullah saw geram. Rasul berkata, "Sungguh celaka Tsa’labah. Sungguh celaka ia."

Kejadian yang dialami Tsa’labah di atas menjadi sebab turunnya Surah At-Taubah ayat 75-76 yang artinya:

"Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, 'Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh.' Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran)." (QS. At-Taubah: 75-76)

Sadar akan perbuatannya yang melampaui batas, Tsa’labah lalu memohon ampun kepada Rasulullah dan bersedia membayar zakat. Akan tetapi, Rasulullah telanjur mendapat perintah dari Allah agar tidak menerima zakat dari Tsa’labah sebagai akibat dari kekikiran dan kecongkakannya.

Demikianlah semoga kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang dialami Tsa’labah di atas.

Wallahu a'lam. []