Rahmah

Kisah Tsa'labah bin Abdurrahman yang Jenazahnya Diziarahi Malaikat Karena Takut Melakukan Dosa

Tsa'labah bin Abdurrahman dikenal sebagai sahabat Nabi setia dan memiliki keimanan yang kuat kepada Allah SWT.


Kisah Tsa'labah bin Abdurrahman yang Jenazahnya Diziarahi Malaikat Karena Takut Melakukan Dosa
Sahabat Nabi (SINDONEWS)

AKURAT.CO  Tsa'labah bin Abdurrahman dikenal sebagai sahabat Nabi setia dan memiliki keimanan yang kuat kepada Allah SWT. Karena keimanannya itu, ia selalu berusaha untuk tidak berbuat dosa.

Hingga pada satu ketika, dikisahkan ia melakukan dosa namun secara tidak sengaja. Sehingga ia sangat menyesal dan di hantui oleh rasa takut kepada Allah SWT yakni akan ada azab yang diterimanya nanti. Karena ketakutan tersebut, Tsa'labah kemudian jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji'un.

Sebelum meninggal, ia telah lama berjuang bersama nabi, hingga terdengar kabar bahwa Tsa'labah sedang sakit keras. Kemudian ada sahabat Nabi yang lain bernama Salman menghadap Rasulullah SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, masihkah engkau ingat dengan Tsa'labah? Dia sedang sakit keras,".

Kemudian Rasulullah SAW datang menemui Tsa'labah. Rasulullah lalu meletakkan tangan kanannya di kepala Tsa'labah serta meletakkan kepala Tsa'labah dipangkuannya.

Namun di luar dugaan, Tsa'labah justru menyingkirkan kepalanya dari pangkuan Rasulullah SAW.  Karena hal tersebut, Rasulullah SAW bertanya, 

"Mengapa engkau singkirkan kepalamu dari pengkuanku?” 

"Karena aku penuh dengan dosa, tidak layak dipangku oleh Utusan Allah yang mulia ini,” jawab Tsa'labah. 

"Apa yang engkau rasakan?” tanya Rasulullah SAW kembali.

"Aku seperti dikerubuti semut pada tulang, daging dan kulitku,” jawab Tsa'labah. 

"Lalu apa yang engkau inginkan?” tanya Rasulullah SAW selanjutnya.

"Ampunan Tuhanku,” jawab Tsa'labah.

Atas kejadian tersebut, maka turun Malaikat Jibril AS dan berkata, "Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu mengucapkan salam untukmu dan berfirman kepadamu, ”Kalau saja hamba-Ku ini menemui Aku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, niscaya Aku akan temui dia dengan ampunan sepenuh itu pula,".

Rasulullah SAW segera  memberitahu hal ini kepada Tsa'labah. Begitu mendengarnya, sehingga terpekiklah Tsa'labah dan langsung meninggal dunia.

Rasulullah SAW lalu memerintahkan agar Tsa'labah segera dimandikan dan dikafani serta disalati. Selesai mensalati Tsa'labah, Rasulullah SAW berjalan sambil (berjingkat-jingkat) seakan menghindari sesuatu agar tidak tertabrak oleh beliau.

Begitu pemakaman selesai, para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, kami lihat engkau berjalan sambil berjingkat-jingkat, ada apa gerangan?”.

Rasulullah SAW bersabda, "Demi Zat yang mengutus aku sebagai seorang nabi yang sebenarnya, karena aku lihat begitu banyaknya malaikat yang turut menziarahi Tsa'labah.”

Diketahui, ternyata kesalahan yang dilakukan oleh Tsa'labah hanya karena beliau melihat seorang wanita Anshar sedang mandi dalam perjalannya menuju rumahnya. Tsa'labah merasa takut kepada Allah SWT dan kepada Rasulullah SAW yang menjadi panutannya. Wallahu A'lam Bishawab. []