News

Kisah TKW Indonesia yang Kalahkan Konglomerat Singapura di Pengadilan usai Difitnah Mencuri


Kisah TKW Indonesia yang Kalahkan Konglomerat Singapura di Pengadilan usai Difitnah Mencuri
Kolase foto Parti Liyani (kiri) dan Liew Mun Leong (kanan) (South China Morning Post)

AKURAT.CO, Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia harus berjuang 4 tahun untuk membersihkan namanya setelah dituduh mencuri oleh konglomerat Singapura dan keluarganya. Tak sia-sia, keadilan pun berpihak padanya.

Dilansir dari South China Morning Post, sudah 9 tahun Parti Liyani menjadi asisten rumah tangga ketua grup Bandara Changi Liew Mun Leong. Namun, ia tiba-tiba dipecat pada 28 Oktober 2016. Tak tinggal diam begitu saja, Parti mengancam akan mengajukan keluhan kepada Kementerian Tenaga Kerja karena ia bekerja secara ilegal di rumah dan kantor putra Liew.

Tak disangka, Liew dan putranya melaporkannya pada polisi 2 hari setelah memecatnya. Mereka menuduhnya mencuri barang-barang senilai SGD 34 ribu (Rp371 juta). Barang-barang itu meliputi 115 lembar pakaian, pemutar DVD, jam tangan mewah Gerald Genta, tas Prada, dan kacamata hitam Gucci.

Di sisi lain, Parti telah pulang ke Indonesia begitu ia dipecat. Wanita 46 tahun ini pun ditangkap pada 2 Desember 2016 di Bandara Changi saat kembali ke Singapura.

Tahun lalu, hakim distrik memvonisnya bersalah atas 4 tuduhan pencurian dan menjatuhkan hukuman 26 bulan penjara. Namun, pada 4 September 2020, Hakum Chang Seng Onn memutuskan hakim pengadilan rendah telah gagal mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk kredibilitas kesaksian putra Liew, Karl Liew.

Menurut Chan, Parti punya cukup alasan untuk mengadukan majikannya dan Liew mungkin tak akan melaporkannya pada polisi jika tak diancam. Karena konsekuensi pengaduan Parti akan sangat serius, hakim yakin Liew akan dalam masalah jika ditindaklanjuti. Itu sebabnya, Karl Liew dan ayahnya punya motif yang keliru dalam melaporkannya pada polisi.

"Ada keyakinan kuat bahwa keluarga Liew mengambil langkah pencegahan awal setelah menyadari ketidaksenangan Parti. Dengan demikian, ia tak punya cukup waktu untuk bersiap dan mengadu ke kementerian tenaga kerja," terang Chan.

Hakim pun menemukan polisi telah menunda penyitaan barang dan keluarga Liew telah salah menanganinya.

Setelah Parti dipecat, Karl Liew memberinya tiga kardus besar dan waktu 2 jam untuk mengemas barang-barangnya. Kardus itu lantas disegel dengan selotip. Karl pun setuju membayar kardus-kardus itu untuk dikirim pulang.

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu