Rahmah

Kisah Thouban, Budak yang Selalu Ingin Melihat Wajah Rasulullah

Kecintaan Thouban terhadap Rasulullah SAW terlihat ketika ia berjumpa dengan Rasulullah SAW.


Kisah Thouban, Budak yang Selalu Ingin Melihat Wajah Rasulullah
Ilustrasi Sahabat Nabi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Suatu hari, Rasulullah SAW membebaskan budak bernama Thouban. Karena telah dibebaskan, ia begitu senang dengan Rasulullah SAW.

Kecintaan Thouban terhadap Rasulullah SAW terlihat ketika ia berjumpa dengan Rasulullah SAW. Karena senangnya, ia selalu berusaha untuk melihat Rasulullah SAW. 

Dan ketika melihat wajah Rasulullah SAW, maka keimanannya bertambah. Dengan begitu, ia dapat melupakan segala kesulitan dalam hidupnya.

Hingga pada suatu hari, kala itu Thouban belum juga melihat Rasulullah SAW. Hak tersebut membuat dirinya bersedih, wajahnya pun menjadi sangat murung. 

Dalam kesempatan itu, Rasulullah SAW datang menemuinya dan bertanya.

"Wahai Thouban, ada apa? Kenapa hari ini engkau terlihat begitu murung?”.

"Wahai Rasulullah, apakah engkau tahu bahwa aku begitu mencintaimu? Aku perlu melihatmu setiap hari. Ketika aku melihatmu, aku merasa begitu senang. Aku harus melihatmu, engkau tidak tahu perasaan hatiku," kata Thouban.

"Wahai Rasulullah, aku begitu bahagia karena dapat melihatmu sekarang, tapi ketika aku tidak melihatmu, aku memikirkan kematian dan akhirat. Dan aku berpikir ketika engkau diambil oleh Allah SWT dan masuk ke dalam surga, maka engkau akan berada di surga yang paling tinggi, bersama para anbiyya, orang-orang yang syahid, dan orang-orang saleh. Sedangkan aku tidak dapat melihatmu lagi, karena jika aku masuk surga, maka aku akan berada di surga tingkat rendah, bahkan kemungkinan aku tidak akan masuk surga. Dan jika itu yang terjadi, aku tidak akan bisa melihatmu lagi!," ujar Thouban menambahkan.

Diketahui saat itu, setelah Thouban selesai berkata, Malaikat Jibril turun dan mewahyukan ayat.

"Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya," (QS. An-Nisa' : 69).

Ketika Thouban mendengar ayat ini, dia mulai tersenyum lagi. Dirinya juga seringkali memberitahu orang-orang.

“Apakah engkau tahu bahwa ayat ini diwahyukan karena diriku? Apakah engkau tahu bahwa cintaku kepada Rasulullah SAW begitu meluap-luap. 

"Ketika aku berpikir tak akan pernah melihat Rasulullah SAW lagi, tiba-tiba malaikat Jibril turun dengan sebuah ayat untuk memberitahuku bahwa aku tidak perlu khawatir, jika ingin bersama dengan Rasulullah SAW di akhirat, yang harus kita lakukan hanyalah menuruti sabdanya dan menjauhi segala yang dilarangnya,". Wallahu A'lam Bishawab. []