Rahmah

Kisah Teladan Putri Basyir bin Sa'id, Sang Anak yang Amat Berbakti kepada Orang Tuanya

Pada siang hari, istri Basyir bin Sa'id, Amrah binti Rawahah memanggil anak perempuannya untuk mengantarkan segenggam kurma pada bapaknya itu.


Kisah Teladan Putri Basyir bin Sa'id, Sang Anak yang Amat Berbakti kepada Orang Tuanya
Ilustrasi Muslimah (Istimewa)

AKURAT.CO  Pada suatu hari, Abu Athiyah sedang bekerja menggali parit beserta sahabat-sahabat Muslimin lainnya. Hal tersebut ia lakukan sebagai benteng pertahanan Kota Madinah. Sebab, diketahui sebelumnya, akan ada rencana serangan besar-besaran dari pasukan Quraisy yang bersekutu dengan pasukan suku Ghathafan. 

Sementara itu, pekerjaan tersebut dilakukan oleh umat Islam dalam rasa keprihatinan yang mendalam. Mengingat secara umum, sebenarnya kaum Muslimin sedang dalam keadaan kekurangan bahan makanan. Meskipun begitu, satu-satunya cara yang mungkin untuk mempertahankan Madinah dari serangan musuh yang jumlahnya sangat besar adalah menggali parit tersebut.

Ketika sedang istirahat di siang hari, istri Basyir bin Sa'id, Amrah binti Rawahah memanggil anak perempuannya untuk mengantarkan segenggam kurma pada bapaknya itu. Segenggam kurma itu dibungkusnya dengan ujung kain bajunya. Kemudian ia mulai berjalan berkeliling mencari sang ayah.

Pada saat melewati Rasulullah SAW, beliau lalu memanggilnya dan bertanya, 

"Kemarilah Nak, apa yang engkau bawa itu?".

"Aku diutus oleh ibuku mengantarkan segenggam kurma ini untuk ayahku, Basyir bin Sa'id," jawab anak perempuan itu.

Kemudian Rasulullah SAW meminta anak perempuan itu untuk meletakkan segenggam kurma tersebut pada telapak tangan Rasulullah SAW. Begitu juga dengan putri Basyir ini yang melaksanakan perintah beliau tersebut. 

Akan tetapi, ternyata ia tidak memenuhi tangan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW lalu memerintahkan seorang sahabat untuk membentangkan kain, dan Rasulullah SAW meletakkan segenggam kurma di atasnya. 

Setelah itu, Rasulullah SAW berkata kepada sahabat tadi, "Panggillah para pekerja Khandaq untuk menyantap makan siang kiriman istri Basyir bin Sa’id,".

Sementara itu, putri Basyir yang masih berdiri tak jauh dari situ tampak tidak mengerti dengan perintah Rasulullah SAW tersebut. Namun sahabat tadi kemudian berteriak keras, “Wahai pekerja khandaq, berkumpullah di sini untuk menyantap makan siang kiriman istri Basyir bin Sa’id!!".

Dengan demikian, para pekerja Khandaq di sekeliling kain tersebut, termasuk Basyir sendiri, mulai menyantap kurma dengan lahap. Namun sungguh ajaib, kurma tersebut terus bertambah banyak ketika orang-orang mengambilnya. Ketika semua orang telah merasa kenyang, kurma itu masih tersisa cukup banyak. Wallahu A'lam Bishawab. []