Rahmah

Kisah Syuja' bin Wahab, Sahabat Pengantar Surat Nabi kepada Raja Persia

Suatu waktu Syuja' bin Wahb al Asadi diperintahkan Rasullullah SAW untuk menyampaikan surat kepada Kisra, Raja Persia.


Kisah Syuja' bin Wahab, Sahabat Pengantar Surat Nabi kepada Raja Persia
Ilustrasi Sahabat Nabi (NU Online)

AKURAT.CO  Pada masa Nabi, suatu waktu Syuja' bin Wahb al Asadi diperintahkan Rasullullah SAW untuk menyampaikan surat kepada Kisra, Raja Persia, yang berisikan tentang ajakan untuk masuk agama Islam. Sesampainya di Persia, Kisra lalu mengumpulkan para pembesarnya di aula istana yang telah dihias untuk menyambut utusan Nabi SAW tersebut. 

Syuja' kemudian diijinkan masuk ke aula istana Kisra. Setelahnya, seseorang diminta untuk mengambil surat Nabi SAW tersebut dari tangan Syuja'.

Akan tetapi, Syuja menolaknya, ia berkata tegas, "Aku diperintahkan Rasulullah SAW untuk menyerahkan surat ini langsung ke tanganmu!".

baca juga:

Karena hal itu, Syuja' akhirnya diijinkan kemudian mendekati Kisra dan menyerahkan surat tersebut. Sang Kisra memerintahkan juru tulisnya yang berasal dari kota Hiirah. 

Juru tulis yang mengerti bahasa Arab itu diperintahkan untuk membaca sekaligus menerjemahkannya. Ketika awal surat yang berbunyi dibacakan, "Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya, kepada Kisra, Raja Persia…!"

Sontak Kisra langsung berteriak marah. Dirinya merasa tersinggung karena nama Nabi SAW disebutkan terlebih dahulu daripada namanya sebagai Raja Persia.

Setelah itu, surat tersebut diambil dari tangan jurutulisnya dan ia merobek-robeknya. Dengan keadaan marah, ia mengusir Syuja' dari aula istana Kisra.

Karena situasi yang memanas tersebut, Syuja' pun bergegas keluar dan menaiki kendaraannya. Ia memacu kuda itu secepat-cepatnya pergi dari tempat tersebut. Ia lalu berkata, 

"Demi Allah aku tidak perduli akan berada di mana dari dua jalan ini, karena aku telah menyampaikan surat Rasulullah SAW kepada Kisra."

Saat tiba di hadapan Rasulullah SAW, Syuja' menceritakan apa yang terjadi. Rasulullah SAW lalu bersabda, "Sebenarnya Kisra telah mengoyak-koyak kerajaannya sendiri, sebagaimana ia merobek-robek suratku." 

Diketahui, pada saat itu, sebenarnya Kisra memerintahkan orang-orangnya untuk memanggil Syuja' untuk menghadapnya lagi, tetapi Syuja' tidak tersusul. Oleh karena itu, Kisra memerintahkan wakilnya di Yaman, Badzan untuk mengirimkan dua orang menemui Nabi SAW, dan memerintahkan Beliau untuk menghadap Kisra. 

Saat dua orang utusan yang bernama Aba Nauah dan Jadd Jamirah ini sampai di Madinah dan menghadap Nabi SAW, beliau menyuruh mereka beristirahat dahulu dan menemui beliau lagi esok harinya. 

Esok harinya, dalam pertemuan tersebut, Nabi SAW mengabarkan bahwa Allah telah membinasakan Kisra, dan membuat putranya yang bernama Syiruyah mengalahkan dan membunuh dirinya. Wallahu A'lam Bishawab. []