News

Kisah Simpanse Kabur dari Kebun Binatang Ukraina saat Perang, Dirayu Pulang dengan Sepeda dan Jas Hujan

Kisah Simpanse Kabur dari Kebun Binatang Ukraina saat Perang, Dirayu Pulang dengan Sepeda dan Jas Hujan
Simpanse itu, yang bernama Chichi, kabur dari kebun binatang Kharkiv, sebelum akhirnya pulang dengan rayuan jas hujan dan dibawa kembali dengan sepeda (The Guardian )

AKURAT.CO Di tengah perang yang berkecamuk di Ukraina, sebuah kisah unik sukses menghangatkan hati para warga.

Cerita itu, yang kini viral, terabadikan dalam sebuah video. Rekaman menunjukkan seekor simpanse yang kabur dari kebun binatang Kharkiv, dan kembali ke penjaganya setelah dibujuk dengan sepeda hingga jas hujan.

Video itu ikut dibagikan di Twitter oleh jurnalis Belarusia, Hanna Liubakova pada Selasa (6/9). Dalam adegan awal, terlihat simpanse tersebut berkeliaran, dengan wajah kebingungan.

baca juga:

Tampak setelahnya hujan turun, dan simpanse tersebut mulai mendekati penjaga kebun binatang yang terlihat menunggu dengan cemas. Setelah berhasil mendekat, penjaga wanita itu kemudian perlahan menawarkan jaket kuningnya, dan memakaikannya kepada primata tersebut.

Kisah Simpanse Kabur dari Kebun Binatang Ukraina saat Perang, Dirayu Pulang dengan Sepeda dan Jas Hujan - Foto 1
Seekor simpanse berada di kebun binatang kota Kharkiv, tempat suara air terjun digunakan untuk menghilangkan stres karena pengeboman Anadolu Agency/Getty Images

Dengan sikap menurut, simpanse itu lantas duduk di atas sadel, dengan beberapa penjaga menuntun sepeda, mengarahkannya untuk kembali pulang ke kebun binatang.

Rekaman itu telah membawa momen kegembiraan tersendiri, yang juga langka bagi sebuah kota garis depan yang berada di bawah pemboman Rusia.

Sejauh ini, video itu telah dilihat lebih dari 5,2 juta kali, dengan 151ribu memberi tanda suka.

"Di Kharkiv, seekor simpanse melarikan diri dari kebun binatang. Ia berkeliaran di sekitar kota, sementara karyawan kebun binatang mencoba meyakinkannya untuk kembali. Tiba-tiba hujan mulai turun, dan kera itu berlari ke petugas kebun binatang untuk mengambil jaket dan kemudian setuju untuk kembali ke kebun binatang," cuit Liubakova.

Menurut The Guardian hingga Daily Telegraph, simpanse itu bernama Chichi. Sebelumnya pada masa awal perang, ia dievakuasi dari Feldman Ecopark, sebuah kebun binatang terbuka di garis depan di wilayah Kharkiv.

Setiap harinya, Kharkiv juga menghadapi penembakan artileri, dengan gedung-gedung di bagian utara dan timur kota itu dibiarkan gosong akibat bom. Ratusan warga sipil telah tewas dan terluka.

Chichi melarikan diri dari rumah sementaranya, dengan menggali lubang di pagar rantai kebun binatang. 

Direktur kebun binatang, Oleksiy Hryhoriev, mengonfirmasi kepada penyiar publik Ukraina Suspilne bahwa Chichi telah kembali dengan selamat.

Di pusat kota, tempat kebun binatang itu berada, serangan telah jarang terjadi. Ini terutama sejak gedung-gedung administrasi utamanya dihancurkan pada bulan Maret. Namun, pekan lalu setidaknya empat warga sipil terbunuh oleh roket yang menghantam daerah tersebut.

Otoritas regional Kharkiv, yang memiliki tugas berat untuk mengumumkan jumlah korban tewas setiap hari, mengatakan pada Selasa bahwa seorang wanita terbunuh di timur kota. Situs Kharkiv News, sementara itu, melaporkan ada dua wanita dan seorang pria diselamatkan dari puing-puing sebuah bangunan di pusat kota.

Chichi telah dianggap beruntung karena bisa meninggalkan bekas rumahnya di Feldman's Ecopark hidup-hidup. Lebih dari 100 hewan telah mati sebelum mereka dapat dievakuasi, ungkap pemilik kebun binatang tersebut, yang juga seorang pengusaha Kharkiv, Oleksandr Feldman. []